Laporan Keuangan Perusahaan, Pengertian, 4 Contoh, Tujuan, Fungsi, Sifat dan Jenis

0
Pengertian, fungsi dan contoh laporan keuangan
Ilustrasi laporan keuangan via unsplash/gtomassetti

Laporan keuangan perusahaan – Setiap bisnis tentunya memiliki laporan keuangan yang dibuat sebagai tolak ukur dari sisi kondisi finansial untuk mengetahui apakah perusahaan bersangkutan termasuk perusahaan yang bisa bertahan lama (sustain) atau sebaliknya.

Dalam pembuatan suatu laporan keuangan, terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan terkait isi maupun penggunaannya. Sebagai informasi tambahan, berikut detail informasi mengenai laporan keuangan untuk perusahaan.

Pengertian Laporan Keuangan Perusahaan

Laporan keuangan perusahaan merupakan sebuah informasi detail keuangan perusahaan dalam periode tertentu, bisa bulan, kuartal, semester maupun tahunan. Laporan memiliki peranan penting dalam perkembangan suatu perusahaan karena keberadaannya berkaitan langsung dengan kinerja perusahaan bersangkutan.

Meskipun terlihat mudah, namun nyatanya laporan keuangan sangat rumit dan susah dimengerti. Terdapat berbagai data yang nantinya harus dikumpulkan, ditulis dan dientri secara detail agar dimengerti pengguna laporan keuangan. Untuk itu, tidak sembarang orang bisa membuat laporan keuangan.

Secara singkat, suatu laporan keuangan akan menggambarkan bagaimana kondisi perusahaan pada periode tertentu, mulai dari profit, defisit hingga hutang yang dimiliki suatu usaha. 

Sebuah laporan keuangan akan digunakan sebagai alat untuk menilai perusahaan berjalan baik atau sebaliknya. Untuk investor, keberadaan laporan keuangan bisa membuatnya lebih yakin atau tidak saat dana investasi telah ditanamkan.

Hal ini dikarenakan report ini memberikan kesempatan untuk investor agar mengetahui bagaimana suatu perusahaan akan mengembangkan dana investasi yang telah diberikan agar bisa memulangkan keuntungan untuk investor di kemudian hari.

Laporan keuangan bersifat wajib untuk seorang investor. Selain menjadi penunjuk kinerja suatu perusahaan, laporan keuangan juga menjadi alat untuk melihat gambaran manajemen keuangan dan bagaimana sistem perusahaan berlangsung. 

Bahkan angka-angka yang terdapat dalam laporan keuangan juga bisa membuat investor berspekulasi mengenai apa yang akan menanti di masa depan. Apakah itu keuntungan atau malah kerugian.

Baca Juga  Gaji Tertahan Karena Inflasi, Zimbabwe Naikan Harga Roti

Untuk itu, dalam pembuatan laporan keuangan sangat dibutuhkan ketelitian dan bersifat transparan tanpa berpihak pada salah satunya saja. Masa depan dan pengembangan perusahaan sangat bergantung pada hasil pelaporan keuangan.

4 Jenis Laporan Keuangan Perusahaan

Setidaknya terdapat 4 jenis laporan keuangan yang dipergunakan oleh perusahaan, antara lain:

1. Laporan Arus Kas (cash flow)

Arus kas ialah komponen report yang akan menggambarkan aliran kas suatu perusahaan. Mulai dari kegiatan operasional, investasi hingga aktivitas keuangan.

Terdapat beberapa bagian penting dalam laporan arus kas perusahaan, antara lain arus kas operasional, arus kas investasi dan arus kas aktivitas keuangan perusahaan. 

Contoh laporan arus kas:

Contoh laporan arus kas (cash flow) perusahaan PT Karya Tangan Indonesia
Ilustrasi contoh laporan arus kas via temukanpengertiancom

2. Laporan Laba Rugi ( income statement)

Laporan laba rugi berfungsi untuk menggambarkan dan menjelaskan pemasukan serta pengeluaran sebuah perusahaan. Laporan laba rugi akan menggambarkan pemasukan, pengeluaran hingga pengelolaan kas perusahaan secara detail untuk periode waktu tertentu. Nantinya perusahaan bisa mengetahui dengan jelas berapa jumlah keuntungan atau kerugian perusahaan.

Bagian-bagian dari laporan keuangan perusahaan jenis ini ialah penjualan (penjualan kotor, potongan penjualan, return penjualan dan penjualan bersih), harga poko penjualan (HPP), biaya operasi atau beban dan pendapatan atau beban lain-lain.

Contoh laporan laba rugi:

Contoh laporan keuangan laba rugi (income statement)
Ilustrasi contoh laporan laba rugi sederhana via temukanpengertiancom

3. Laporan Perubahan Modal (a statement of change in equity)

Laporan perubahan modal berfungsi untuk menjelaskan perubahan ekuitas perusahaan. Laporan ini biasanya melaporkan perubahan modal dalam kurun waktu 1 tahun untuk menunjukkan apakah perusahaan mengalami peningkatan atau penurunan ekuitas.

Beberapa bagian penting dalam laporan perubahan ekuitas ialah saldo tahun kemarin dan saldo tahun ini.

Contoh laporan perubahan modal:

contoh laporan keuangan perubahan modal (a statement of change in equity)
Ilustrasi contoh laporan perubahan modal via solusiukmcom

4. Laporan Neraca Keuangan (balance sheet)

Selanjutnya ada laporan neraca keuangan yang berfungsi untuk menjelaskan hubungan  antara aset, liabilitas dan ekuitas dalam suatu perusahaan. Keberadaan neraca keuangan akan membuat perusahaan lebih mudah diaudit apabila terjadi masalah tertentu. Beberapa bagian penting dalam laporan neraca keuangan ialah aktiva, passiva atau kewajiban dan ekuitas.

Baca Juga  Harga Emas Antam Kini Turun Jadi Rp664.000/Gram

Contoh laporan neraca keuangan:

Ilustrasi contoh laporan neraca keuangan via zahironlinecom

Sifat Laporan Keuangan Perusahaan

Terdapat beberapa sifat atau karakteristik yang dimiliki laporan keuangan sehingga bisa menampilkan data secara kualitatif dan kuantitatif, antara lain:

  • Relevan

Karakteristik pertama ialah sebuah laporan keuangan harus relevan. Suatu laporan dianggap relevan apabila laporan tersebut bisa digunakan untuk pengambilan keputusan sebuah perusahaan sehingga bisa menentukan kebijakan baru yang nantinya digunakan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.

Tidak hanya itu saja, report yang relevan juga digunakan sebagai media pertimbangan untuk memperbaiki beberapa aspek penting yang sering terjadi dalam pengembangan sebuah usaha. 

  • Handal

Karakteristrik berikutnya ialah harus bersifat handal. Sebuah laporan keuangan akan dikatakan handal jika pembuat laporan keuangan bisa memberikan informasi yang tepat sasaran. Setidaknya terdapat 3 kriteria yang menyatakan sebuah laporan keuangan itu handal, yaitu jujur, dapat diverifikasi dan tidak berpihak pada kepentingan manapun (bersifat netral).

  • Mudah dimengerti

Laporan keuangan juga harus dibuat sebaik mungkin agar mudah dimengerti. Pembuat report ini harus menyusun data keuangan secara detail sehingga segala bentuk transaksi yang dicatat bisa dibaca dan dimengerti oleh pemimpin divisi yang ada di perusahaan tersebut maupun oleh pihak-pihak lainnya yang ingin mengetahui kinerja dari perusahaan bersangkutan. Apabila laporan bisa terbaca dengan jelas, maka strategi mengenai perencanaan penjualan kedepannya juga semakin jelas terlihat.

  • Unsur  perbandingan

Terakhir, sebuah laporan keuangan juga harus memiliki unsur perbandingan. Informasi yang lengkap dan akurat membuat laporan keuangan semakin mudah digunakan dalam pengambilan keputusan oleh manajemen.

Baca Juga  DPR Panggil PPATK Untuk Uji Kelayakan Destry Damayanti

Laporan keuangan tersebut juga menjadi tolak ukur atau perbandingan mengenai apa saja yang harus diperbaiki dalam pelaporan keuangan ke depannya, termasuk pula mengenai strategi dalam pemasaran produk perusahaan tersebut. 

Tujuan dan Fungsi Laporan Keuangan Perusahaan

Perlu diketahui, laporan keuangan dibuat sebagai bentuk tanggung jawab kepada semua pihak yang terkait dalam usaha (pihak internal maupun pihak eksternal). Di mana report ini akan digunakan perusahaan sebagai pertanggung jawaban semua divisi pengelolaan perusahaan.

Selain itu, report ini juga memiliki berbagai fungsi untuk membantu pihak majemen menganalisa risiko secara financial, membantu seluruh pihak perusahaan yang ingin mengetahui kondisi keuangan dan sebagai penilaian persentase laba yang ingin dicapai pada waktu tertentu. Laporan keuangan ialah bagian terpenting dalam perencanaan bisnis.

Pentingnya Penggunaan Software Akuntansi

Saat perusahaan telah berkembang menjadi lebih besar dan semakin kompleks, maka semakin banyak pula laporan yang harus dibuat. Akan tetapi, salah satu kendala yang dialami oleh banyak perusahaan saat ini ialah tidak adanya sumber daya manusia yang mampu menyajikan laporan keuangan secara lengkap secara manual.

Untuk itu, guna mendapatkan data laporan keuangan yang tepat dan akurat sangat diperlukan penggunaan software akuntansi. Saat ini ada banyak software akuntansi yang kompeten sehingga bisa menyajikan laporan keuangan secara praktis.

Pembuat laporan hanya perlu menginput data dengan teliti untuk membuat laporan keuangan yang sesuai. Singkatnya, kegiatan penyusunan jauh lebih efektif dan efisien dengan mengandalkan software akuntansi pembuatan laporan keuangan perusahaan.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here