Laporan Keuangan Perusahaan Dagang, 5 Elemen Penting Menyusun Laporan Keuangan

0
contoh cara menyusun laporan keuangan untuk perusahan dagang
Ilustrasi cara menyusun laporan keuangan via unsplash/goumbik

Laporan keuangan perusahaan dagang dari prespektif finansial dapat memperlihatkan kesehatan suatu perusahaan. Laporan ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan laporan keuangan perusahaan jasa atau jenis lainnya.

Lalu apa yang membedakan laporan keuangan perusahaan dagang dengan laporan keuangan perusahaan jasa atau jenis perusahaan lainnya? Salah satu pembeda laporan keuangannya adalah mengenai produk perusahaannya saja.

Pada laporan untuk ini, perusahaan dagang tentu menjual suatu produk dari penyuplai barang kepada pembeli tanpa mengubah bentuk,rasa maupun kualitas dari produk. Kemudian perusahaan akan mendapatkan laba dari selisih penjualan barang tersebut.

Dalam penyusunan laporan keuangan ini ada empat laporan yang perlu disusun terlebih dahulu. Apa saja laporan-laporan yang dimaksud?

Laporan Laba Rugi untuk Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Laporan laba rugi ini adalah laporan yang menunjukkan dan berisi tentang performa laba dan rugi suatu perusahaan pada periode atau kurun waktu tertentu. Salah satu yang penting untuk selalu dipantau dalam sebuah perusahaan adalah tentang laba dan rugi sebuah perusahaan.

Contoh Format Laporan Laba Rugi Untuk Perusahaan Dagang

Contoh Format laporan Laba Rugi Untuk Perusahaan Dagang

Laporan keuangan laba rugi ini merupakan salah satu jenis dari laporan keuangan perusahaan dagang. Dalam dunia perdagangan tentu ada laba rugi yang masuk dan keluar dalam laporan. Untuk bisa menyusun laporan laba rugi terlebih dahulu harus didahului dengan pemahaman apa itu laporan laba dan rugi.

Tujuan dari penyusunan atau dibuatnya laporan laba rugi adalah untuk mengetahui laba dan juga rugi yang diterima pada perusahaan pada akhir periode dengan cara memperhitungkan total pendapatan dan juga beban waktu atau periode tertentu.

Laporan laba dan rugi ini juga merupakan salah satu dari lima laporan keuangan yang harus disusun dan dipersyaratkan oleh standar akuntansi keuangan.

Cara Menyusun Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang

Dalam penyusunan salah satu laporan keuangan perusahaan dagang ini ada tiga hal yang harus diperhatikan yaitu:

  • Bentuk atau susunan laporan laba dan rugi di perusahaan dagang
  • Definisi dan konsep tiap elemen atau komponen dalam format laporan laba dan rugi
  • Mengerti cara melakukan analisis semua transaksi keuangan dalam perusahaan dagang.
Baca Juga  Harga Cabai Merah Kian Melesat Akibat Kurang Pasokan

Dua komponen utama dalam laporan laba dan rugi adalah penjualan dan beban sedangkan komponen lainnya adalah harga pokok penjualan. Lalu bagaimana cara menghitung komponen-komponen tersebut?

  • Penghitungan Barang yang Siap Jual

Dalam laporan untuk perusahaan dagang secara khusus laporan laba rugi, cara penghitungan barang siap jual adalah dengan cara:

Pembelian bersih(pembelian-potongan/biaya-retur pembelian)+persediaan awal

  • Penghitungan Harga Pokok Penjualan

Selain harus bisa menghitung persediaan barang yang siap untuk dijual, anda juga harus bisa menghitung harga pokok penjualan yang juga menjadi elemen pokok dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan laba dan rugi. Cara penghitungannya adalah sebagai berikut:

HARGA POKOK PENJUALAN = Persediaan barang siap jual – persediaan akhir

  • Penghitungan Laba Kotor

Bagaimana cara menghitung laba kotor untuk laporan keuangan perusahaan dagang laba dan rugi? Laba kotor bisa dihitung dengan cara:

laba kotor perusahaan = TOTAL PENJUALAN DIKURANGI – HARGA POKOK PENJUALAN

  • Penghitungan Laba Rugi Operasional

Penghitungan laba rugi operasional juga elemen selanjutnya dalam laporan keuangan perusahaan dagang laba dan rugi. Cara penghitungannya adalah:

laba kotor – beban usaha

  • Penghitungan Laba Rugi Akhir 

Ketika semua elemen dalam penghitungan laba rugi perusahaan sudah diketahui semua maka laba rugi akhir perusahaan yang harus dimasukkan dalam laporan keuangan perusahaan laba rugi akan bisa didapatkan dengan mudah yaitu:

laba rugi operasional – pendapatan lain dan beban lainnya

Laporan Neraca

Laporan Neraca adalah salah satu jenis laporan keuangan perusahaan yang harus dibuat. Laporan neraca ini adalah laporan yang bisa menampilkan informasi tentang utang, harta dan juga modal perusahaan pada saat akhir periode tertentu atau kurung waktu tertentu.

Baca Juga  Kemenhub Buka Opsi Perluas Pangsa Pasar Penerbangan International

Laporan neraca ini sebagai salah satu elemen dalam penyusunan laporan perusahaan dagang ini juga sering disebut sebagai laporan posisi keuangan. Laporan neraca ini juga disusun untuk mengetahui nilai debit dan kredit dalam sebuah laporan keuangan perusahaan dagang.

Laporan Arus Kas

Laporan ini juga menjadi salah satu elemen dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan dagang. Laporan ini akan menunjukkan berapa jumlah kas yang masuk dan kas yang keluar sehingga laporan keuangan ini akan berpengaruh dalam hal-hal yang ada kaitannya dengan penambahan modal.

Biasanya perusahaan dagang akan mengalami banyak perubahan modal dan semua perubahan tersebut harus selalu dicatat untuk mengetahui berapa jumlah modal yang dimiliki oleh sebuah perusahaan dagang tersebut di suatu periode waktu. Ada tiga aktivitas yang ada di laporan arus kas yaitu:

  • Aktivitas operasi. Aktivitas ini adalah semua jenis transaksiyang berkaitan dengan operasional sebuah perusahaan yang nantinya akan berpengaruh pada hasil akhir laporan untuk perusahaan dagang
  • Aktivitas investasi.Aktivitas ini adalah pencatatan semua transaksi yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan aktivasi tetap.
  • Aktivitas pendanaan atau pemodalan. Aktivitas ini adalah semua transaksi yang berkaitan dengan semua kewajiban modal pada perusahaan contohnya penambahan modal, penjualan berbagai surat berharga dan juga pembayaran hutang-hutang.

Laporan arus kas yang dibuat untuk menyusun laporan keuangan perusahaan dagang bisa dibuat dengan dua format.  Dua format atau metode bisa dipilih yang sesuai dengan yang anda butuhkan.

  • Format atau Metode Langsung. Laporan arus kas untuk penyusunan laporan untuk perusahaan dagang dengan metode langsung adalah dengan cara menghitung secara langsung arus arus kas dari semua kegiatan operasional. Semua aktivitas operasional yang dicatat secara langsung didasarkan pada catatan pengeluaran dan juga penerimaan yang ada pada sebuah perusahaan.
  • Format atau Metode Tidak Langsung. Cara kedua menghitung laporan arus kas adalah dengan metode tidak langsung. Metode ini didasarkan pada laporan laba rugi perusahaan yang disesuaikan dengan adanya penyusutan dan amortisasi. Ada beberapa data yang dibutuhkan untuk membuat laporan arus kas untuk laporan untuk perusahaan dagang ini yaitu neraca periode sebelumnya, laporan laba dan rugi, dan neraca tahun yang berjalan.
Baca Juga  Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur, Pengertian dan Cara Membuat Laporan

Laporan Perubahan Modal untuk Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Laporan perubahan modal adalah elemen laporan terakhir yang ada pada penyusunan laporan keuangan perusahaan. Pada perusahaan dagang seringkali mengalami perubahan modal dan semua perubahan modal wajib untuk selalu dicatat. Hal ini dimaksudkan agar besarnya modal perusahaan dalam diketahui dalam kurun waktu tertentu. 

Setelah mengetahui 5 elemen yang harus dipenuhi dalam penyusunan laporan keuangan ini, anda juga harus mengetahui langkah-langkah penyusunan laporan untuk perusahaan dagang ini sendiri seperti:

  • Menyusun Neraca Saldo
  • Membuat Jurnal Penyesuaian
  • Membuat Laporan Keuangan
  • Menyusun Neraca Lajur
  • Penyesuaian dan Penutupan Rekening
  • Penyusunan Neraca Saldo Penutupan

Menyusun laporan ini memang bukan hal yang mudah dan dibutuhkan data yang akurat serta ketelitian sehingga laporan yang disusun sesuai dengan kondisi perusahaan dagang yang sebenarnya. Kini anda bisa memulai menyusun laporan keuangan perusahaan dagang.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here