Kementan Pastikan Harga Jangung 2020 Masih Berada di Posisi Stabil

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pastikan harga jagung di tingkat petani masih stabil dan tidak menunjukkan peningkatan harga. Kekhawatiran sejumlah pihak terkait potensi kenaikan harga jagung akibat adanya penurunan produksi dinilai Kementan tidak terbukti.

0
ilustrasi via monitor co id
ilustrasi via monitor co id

KabarUang.com , Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pastikan harga jagung di tingkat petani masih stabil dan tidak menunjukkan peningkatan harga. Kekhawatiran sejumlah pihak terkait potensi kenaikan harga jagung akibat adanya penurunan produksi dinilai Kementan tidak terbukti.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Suwandi menyatakan, berdasarkan laporan langsung dari lapangan yang diterima pihaknya, harga jagung berada di bawah Rp 4.600 per kilogram (kg).

Meskipun bulan Oktober 2019 lalu curah hujan masih rendah, namun  tak menyurutkan semangat petani di Indonesia untuk bertanam jagung. Beberapa wilayah seperti di Sulut, Sumut, Jatim, Gorontalo dan Jateng masih aktif tanam jagung rata-rata sekitaran 200 ribu hektare. Hasilnya saat ini dibulan Januari sedang panen pada beberapa daerah tersebut.

Baca Juga  Usaha Makanan Ringan Serba 2000

Apa yang dikhawatirkan bahwa harga jual jagung naik karena barangnya langka ternyata tidak terbukti. Nyatanya dari laporan petugas informasi pasar yang berada di kabupaten masih menunjukkan rata-rata harga jagung di kisaran Rp 4.000 dengan kadar air 17 persen atau jagung yang sudah dikeringkan manual dengan sinar matahari selama 3-4 hari.

Meskipun cuaca ekstrem mempengaruhi pertanian, namun begitu tidak signifikan mengganggu produksi. Bahkan Kementan telah melakukan langkah antisipatif dan responsif.

Baca Juga  JK Minta Indonesia Tiru Singapura, Untuk Berubah Jadi Negara Industri

Hingga Kamis (17/1) kemarin berdasarkan laporan yang diterima Kementan, wilayah Sulawesi Utara, Sumatera Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Gorontalo masing-masing terdapat area penanaman jagung aktif sekitar 200 ribu hektare. Ia mengatakan, di bulan ini di wilayah-wilayah itu akan memulai panen jagung.

“Dari laporan petugas informasi pasar rata-rata harga jagung berkisar Rp 4.000 dengan kadar air 17 persen,” katanya.

Sebagai contoh, di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara, harga jual jagung tingkat petani sebesar Rp 3.900 per kg dengan kadar air antara 25-30 persen atau jagung pipilan panen dan belum dikeringkan. Adapun, jumlah lahan di Kabupaten Karo yang siap panen seluas 9.000 hektar. Jumlah luas panen ini merupakan terbesar kedua pada masa tanam ketiga pada tahun 2019.

Baca Juga  Ekspor Indonesia ke Chile Diperkirakan Akan Bisa Meroket Hingga Capai 200%

Sementara itu, di Kabupaten Bireun Provinsi Aceh, harga jual jagung dari petani sebesar Rp 4.100 per kg dengan kadar air 16 persen. Harga jual itu dinilai berada pada kisaran yang wajar dan tidak menunjukkan adanya kelangkaan jagung yang berarti di pasaran. Saat ini, Bireun sedang masuk masa panen raya jagung dengan luas panen sebesar 6.000 hektar.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here