Kemenperin Targetkan 2.000 Industri Kreatif Tercipta di Tahun 2020

0

KabarUang.com, Jakarta – Kementrian Perindustrian (Kemenperin) targetkan pertumbuhan pelaku industri kreatif di tahun 2020. Hal ini karena sektor perindustrian dinilai mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Untuk itu, Kemenperin ciptakan program demi mencapai 2.000 indutsri kreatif.

Ilustrasi via EkonomiBisnis

“Sasaran itu kami wujudkan secara konkret melalui peran Balai Diklat Industri (BDI) di Denpasar, Bali yang fokus mengembangkan sumber daya manusia (SDM) industri kreatif. Spesialisasinya animasi, kerajinan dan barang seni,”ungkap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Kamis (2/2) dilansir republika.com.

Beliau mengatakan bahwa pemerintah saat ini sedang memprioritaskan program peningkatan kualitas SDM, termasuk di bidang industri kreatif. Baginya, SDM merupakan hal yang sangat penting demi mewujudkan visi Indonesia maju.

Baca Juga  Screamous Kolaborasi dengan Seniman Bandung, Bukti bahwa Bandung Kota Kreatif!

“Jadi kami terus menciptakan SDM industri yang terampil dan kreatif. Misalnya, kami bantu dengan kegiatan pelatihan desai dan penggunaan teknologi modern sehingga mereka lebih produktif dan inovatif,”paparnya.

Kemenperin ciptakan program Diklat 3 in 1

Di tahun 2020 ini, Kemenperin menargetkan sebanyak 2.000 industri tercipta oleh pelaku kreatif industri. Demi mewujudkan hal ini pemerintah mengadakan program diklat 3 in 1 atau pelatihan, sertifiksidan penempatan kerja di BDI Denpasar.

Beberapa diantara pelaku industri kreatif tersebut adalah hasil lulusan pelatihan di bidang programming, animasi, desain grafis, games dan kerajinan. Agus sendiri optimis bisa menciptakan banyak perusahaan rintisan di beragam sektor.

Baca Juga  Pasca Investasi Shinhan GIB Valuasi Bukalapak Naik Menjadi Rp35 Triliun (USD2,5 Miliar)

“Karena di sini sudah terbangun ekosistem inovasi. Jadi, ada terobosan ide yang luar biasa, seperti tercipatanya jenis aplikasi yang membantu pelayanan kesehatan dengan mendatangkan dokter ke rumah dem memeriksa pasien. Selain itu ada yang mendukung sektor pariwisata,”ungkap Agus menambahkan.

Selain itu, di BDI Denpasar sudah memamerkan berbagai produk industri kreatif. Beliau bahkan memberikan apresiasi kepada para peserta Diklat. Hal ini karena mereka bisa menembus pasar ekspor dengan produk industri kreatif yang dibuat.

“Contohnya produk fesyen, perhiasan dan kerjainan keramik. Perserta Diklat ini bisa meningkatkan nilai tambah bahan baku lokal. Oleh karen aitu, kami akan terus melakukan pendampingan desain agar lebih berdaya saing,”paparnya.

Baca Juga  Pesan Sandiaga Uno untuk Milenial : Tingkatkan Kreativitas

Sepanjang tahun 2018 sendiri, industri kreatif mampu berkontribusi cukup signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Diperkirakaan bisa menembus Rp 1.000 triliun.

Adapun tiga sektor yang memberikan kontribusi terbesar yakni industri kuliner sebesar 41,69 persen, industri fesyen sebesar 18,15 persen dan terakhir industri kriya sebanyak 15,70 persen.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here