Jokowi Semakin Dorong Digitalisasi Keuangan Indonesia Ditengah Maraknya Pengguna Internet

Dengan adanya era digital serta munculnya perusahaan digital dan start-up, standar pelaporan keuangan harus menyesuaikan agar dapat meng-capture data-data atau nilai-nilai non keuangan yang dimiliki perusahaan digital tersebut.

0
ilustrasi via harian haluan com
ilustrasi via harian haluan com

KabarUang.com , Jakarta – Dengan adanya era digital serta munculnya perusahaan digital dan start-up, standar pelaporan keuangan harus menyesuaikan agar dapat meng-capture data-data atau nilai-nilai non keuangan yang dimiliki perusahaan digital tersebut.

Oleh karena itu, presiden Joko Widodo (Jokowi) semakin mendorong industri keuangan di Indonesia, baik bank atau nonbank, untuk lebih banyak menghadirkan layanan keuangan digital. Dengan tingginya angka pengguna internet di Indonesia menjadi modal bagi industri keuangan untuk meningkatkan inklusi keuangan ke tengah masyarakat.

Pemerintah mencatat, penetrasi internet di Indonesia mencapai 170 juta orang atau 64,8 persen dari seluruh populasi nasional dan untuk rentang millennial mencapai hingga 90% lebih. Artinya, peluang pendalaman inklusi keuangan sangat besar dilakukan melalui layanan digital.

Baca Juga  Raup Cuan Saat Lebaran Dari Berdagang Parsel

“Saya melihat fintech, digitalisasi keuangan, bisa menjadi alternatif pembiayaan mudah dan cepat. Tercatat, outstanding pinjaman kredit fintech Rp 12,18 triliun atau naik 141 persen di November 2019,” kata Jokowi dalam sambutan rapat terbatas di Kantor Presiden.

Fintech memang tumbuh pesat dalam satu dekade terakhir ini. Ketua Harian Asosiasi Fintech Lending Indonesia (AFLI), Kuseryansyah, mengatakan bahwa pesatnya pertumbuhan fintech di Indonesia akibat tingginya kesenjangan kredit dari perbankan.

Baca Juga  Bank Mandiri Ekspansi ke Filipina dan Vietnam, Berikut Alasannya!

Dia menjelaskan dari Rp 1.600 triliun kebutuhan kredit di masyarakat hanya Rp 600 triliun yang dapat terlayani, sedangkan sisanya Rp 1.000 triliun belum bankable hal ini yang membuat fintech tumbuh pesat dalam tiga bulan terakhir.

Kesenjangan ini, akibat ketatnya syarat mendapatkan pinjaman bank sedangkan untuk Fintech dengan inovasi di bidang teknologi data maka mampu menyisir masyarakat yang memang belum tersentuh perbankan (unbankable).

Baca Juga  Bank Mandiri Kerjasama Dengan Perusahaan Travel Kembangkan Sektor Pariwisata

Selain itu presiden telah  menyatakan bahwa Indonesia berpotensi menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020 mendatang. Mengingat saat ini terdapat 132,7 juta pengguna internet dan 92 juta pengguna gawai di seluruh Tanah Air.

Potensi tersebut diyakini Presiden Jokowi dapat mendatangkan kesempatan baru bagi masyarakat yang tidak terjangkau oleh pola bisnis sebelumnya dan usaha kecil menengah (UKM). Dengan semakin meningkatnya perekonomian, maka langkah inovasi baru untuk digitalisasi keuangan semakin di galangkan.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here