Direktur Utama Mandiri Buka Catatan UMKM Sepanjang Tahun 2019 Sebesar Rp92,23 T

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar, mengatakan pada 2019 Bank Mandiri mencatat adanya pertumbuhan penyaluran kredit usaha mikro kecil menengah (UMKM). Total dana yang dimanfaatkan yakni sebesar Rp92,23 triliun.

0
ilustrasi via economy okezone com
ilustrasi via economy okezone com

KabarUang.com , Jakarta – Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar, mengatakan pada 2019 Bank Mandiri mencatat adanya pertumbuhan penyaluran kredit usaha mikro kecil menengah (UMKM). Total dana yang dimanfaatkan yakni sebesar Rp92,23 triliun.

Royke menuturkan, penyaluran kredit UMKM ini dilakukan dalam upaya membangun sektor riil di Tanah Air. Total angka kredit pada 2019 tersebut tumbuh 9,85 persen secara yoy kepada 928.798 pelaku UMKM.

“Salah satu strategi kami dalam membangun sektor UMKM ini adalah dengan memanfaatkan value chain nasabah-nasabah wholesale, baik menjadi nasabah UMKM Bank Mandiri sendiri maupun menjadi target pasar hasil produksi nasabah UMKM Bank Mandiri,” kata Royke di Plaza Mandiri, Jumat, 24 Januari 2020.

Baca Juga  Screamous Kolaborasi dengan Seniman Bandung, Bukti bahwa Bandung Kota Kreatif!

Menurut Royke, Sebagai Agent of Development, Bank Mandiri turut berkontribusi dalam pembangunan nasional berupa penyaluran kredit ke sektor infrastruktur yang mencapai Rp208,9 triliun dengan pertumbuhan mencapai 14,6 persen (YoY). Kredit tersebut disalurkan ke berbagai sektor seperti tenaga listrik, transportasi, migas, energi terbarukan, dan lain-lain.

Untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR), pada 2019, total KUR yang disalurkan mencapai Rp25,02 triliun, tumbuh 42,3 persen YoY atau mencapai 100,09 persen dari target 019 dengan jumlah penerima sebanyak 310.987 debitur. Dari jumlah itu, sebesar 50,10 persen disalurkan kepada sektor produksi, yakni pertanian, perikanan, industri pengolahan dan jasa produksi.

Baca Juga  IPO, Kencana Energi Incar Dana Sebesar Rp410 Miliar

Kredit korporasi, menjadi penopang utama segmen wholesale dengan capaian Rp329,8 triliun. Kredit mikro dan kredit konsumer juga menjadi andalan segmen retail dengan capaian masing-masing Rp123 triliun dan Rp94,3 triliun.

“Kredit korporasi kami tumbuh baik di kisaran 7,7 persen yoy dibanding tahun sebelumnya, sedangkan penyaluran kredit mikro naik 20,1 persen secara yoy,” ujarnya.

Sementara itu, kredit konsumer hingga akhir 2019 tumbuh 7,9 persen. Bisnis kartu kredit dan kredit kendaraan bermotor menjadi penyumbang terbesar dengan laju ekspansi masing-masing 20,1 persen yoy menjadi Rp13,8 triliun dan 9,6 persen yoy menjadi Rp34,6 triliun.

Baca Juga  Kopi Kenangan Menerima Suntikan Dana Sebesar 275 M,Berikut Pendapat CEO

Bank Mandiri juga menjaga komposisi kredit produktif seperti kredit investasi dan modal kerja, dalam porsi yang signifikan, yakni 77,4 persen dari total portofolio. Hal ini Seiring keinginan perseroan mengoptimalkan fungsi intermediasi.

“Pada akhir tahun lalu, penyaluran kredit investasi tercatat mencapai Rp282,6 triliun dan kredit modal kerja sebesar Rp330,3 triliun,” ujarnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here