Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan, Syarat, Prosedur, Mudah dan Tidak Ribet

0
Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Mudah dan Tidak Ribet
Ilstrasi Pelayanan Klaim BPJS di kanto BPJS via prokalco

Cara mencairkan BPJS ketenagakerjaan sulit dan ribet? Tidak lagi, setelah anda mengetahui metode proses pencairan dana BPJS ketenagakerjaan anda. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau disingkat BPJS Kesehatan merupakan salah satu program pemerintah yang diselenggarakan dengan mekanisme seperti asuransi sosial.

Namanya yang beberapa kali sempat berubah, sejak tanggal 1 Januari 2014, di bawah pengelolaan PT Jamsostek berubah nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan hingga saat ini.

Namun meski sudah lama menemani masyarakat Indonesia khususnya para pekerja, banyak orang yang belum mengetahui cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan.

BPJS Ketenagakerjaan memiliki peran dan fungsi yang cukup banyak, sehingga sangat disayangkan hingga sampai saat ini beberapa orang masih merasa kesulitan mengenai cara pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan.

Para pekerja Indonesia dan Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja di Indonesia diwajibkan menjadi peserta BPJS Kesehatan, baik yang bekerja di sektor formal maupun non formal.

Pentingnya BPJS Ketenagakerjaan

Pentingnya daftarkan diri sebagai peserta jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan
Ilustrasi Transformasi BPJS Ketenagakerjaan via pasienbpjscom

Sama halnya dengan mekanisme yang diberlakukan dikatakan tidak jauh beda seperti asuransi sosial. Pentingnya BPJS Ketenagakerjaan inipun juga tidak jauh beda dengan fungsi suatu perusahaan asuransi sosial. BPJS Ketenagakerjaan memiliki beberapa program yang melindungi anggotanya serta memberi jaminan di masa depan.

Misalnya saja terjadi hal-hal yang tidak dapat diduga sebelumnya seperti yang termasuk dalam program BPJS Ketenagakerjaan per tanggal 1 Juli 2015 yaitu Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Sektor Jasa Konstruksi bagi pekerja konstruksi, dan Bukan Penerima Upah bagi pekerja sektor non formal untuk nantinya dapat melakukan klaim dengan cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan.

Dengan menjadi bagian dari BPJS Ketenagakerjaan ini, beban tanggungan tidak akan dirasakan begitu berat. Maka dari itu, para pekerja juga harus mengetahui cara pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan, jika suatu waktu tanpa diduga sangat membutuhkannya.

Sebelum mempelajari bagaimana cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan, lebih dulu seseorang harus mendaftarkan dirinya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kemajuan teknologi yang sangat pesat semakin mempermudah aktivitas manusia dalam mencapai tujuannya.

Hal inipun juga berlaku pada saat akan mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kini proses pendaftaran dapat dilakukan dengan memanfaatkan jaringan internet dan membuka web resmi BPJS Ketenagakerjaan dan melanjutkan proses pendaftaran sesuai alur yang tersedia pada laman web tersebut. Beberapa hal yang harus diisi, seperti mengisi kolom email perusahaan (jika ada) serta beberapa kelengkapan lain jangan sampai tertinggal.

Baca Juga  Menkeu Sri Mulyani Usulkan Iuran BPJS Naik Dua Kali Lipat

Meskipun proses pendaftaran dapat dilakukan secara offline, tetapi bagi seorang pekerja yang tidak memiliki banyak waktu untuk mengurus serta mempersiapkan syarat-syarat yang harus dipenuhi, beberapa orang memilih mendaftarkan diri dan bahkan memilih cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan  secara online dan jika sudah selesai barulah mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan untuk informasi lebih lanjut.

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Memiliki Minimum Lama Masa Kerja

Pasti akan menjadi sebuah pertanyaan apakah BPJS Ketenagakerjaan dapat dicairkan sewaktu-waktu dan bagaimana cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan. Pertanyaan ini cukup sering dilontarkan terkhusus bagi pekerja di sektor non formal yang kurang memahami cara kerja BPJS Ketenagakerjaan ini sendiri.

Sebenarnya cara mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan tidaklah sulit jika mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah yang berlaku sejak tanggal 1 September 2015 yaitu nomor 60 tahun 2015 menyatakan bahwa pencairan BPJS Ketenagakerjaan dapat dicairkan sebesar 1- hingga 30 persen dengan syarat, jika pekerja tersebut masih bekerja dengan baik dan telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan minimal selama 10 tahun.

Bagi peserta yang keluar dari pekerjaan atau terpaksa harus di PHK, dana BPJS Ketenagakerjaan dengan program JKH dapat dicairkan sebesar 100% setelah satu bulan pemrosesan. Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan dapat dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja jika mengetahui prosedur yang berlaku sebab cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan didukung dengan perkembangan teknologi dan kesadaran masyarakatnya untuk melakukan segala sesuatu dengan lebih efektif dan efisien.

Syarat Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan JHT

Syarat Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan JHT
Ilustrasi konsultasi persyaratan badan penyelenggara jaminan sosial via rricoid

BPJS Ketenagakerjaan yang kini proses pencairannya dapat dilakukan dengan mudah, sangat membantu para pekerja yang akan membutuhkan dana tersebut secara tiba-tiba dan tidak terencana. Namun syarat dan ketentuan yang harus dilengkapi berbeda-beda sesuai dengan jenis dan jumlah dana yang akan dicairkan.

Baca Juga  Iuran BPJS Naik, JK Bilang Masih Mahal Rokok dan Biaya Pulsa

Syarat Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan JHT sebesar 10% dan 30%

Jika anda ingin melakukan pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan JHT anda hanya sebagian saja, anda dapat mengajukan pencairan sebesar 10% atau 30%.

Untuk pengajuannya tidak memerlukan persyaratan dokumen yang banyak, cukup anda siapkan dokumen berikut ini:

  1. Sudah bergabung dan masih aktif disuatu perusahaan dengan total masa kerja minimal 10 tahun
  2. Fotokopi kartu BPJS TK/Jamsostek (siapkan kartu asli)
  3. Fotokopi kartu identitas (KTP, SIM atau Paspor), siapkan aslinya untuk ditunjukkan
  4. Fotokopi Kartu Keluarga (siapkan dokumen aslinya)
  5. Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan
  6. Buku rekening tabungan untuk pencairan

Tambahan persyaratan untuk pencairan JHT 30% adalah dokumen perumahan.

Syarat Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan JHT sebesar 100%

Jika anda berencana untuk melakukan pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan JHT secara penuh (full) 100%, maka anda harus menyiapkan dokumen yang menjadi persyaratan pencairan berikut ini:

  1. Kartu BPJS Ketenagakerjaan
  2. Buku tabungan untuk mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan
  3. KTP atau SIM pekerja
  4. Kartu Keluarga (KK)
  5. Pas foto 3×4 dan 4×6, masing-masing sebanyak 4 lembar
  6. Paklaring atau surat keterangan telah berhenti bekerja (resign)

Beberapa dokumen di atas tersebut lebih baik jika diperbanyak masing-masing 1 atau 2 lembar untuk mengantisipasi kekurangan syarat-syarat kelengkapan dokumen cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan.

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Dengan Mudah

Setelah semua persyaratan sudah anda siapkan, anda dapat memulai prosesnya seperti pada saat melakukan pendaftaran sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dimana prosesnya dapat dilakukan secara online maupun offline (kekantor BPJS terdekat). Begitu juga pada saat akan melakukan pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan.

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan dapat dilakukan secara online dan offline, namun banyak orang memilih untuk mengurusnya secara online sebab selain dinilai lebih efektif waktu cara pencairan BPJS Ketenagakerjaan melalui online dinilai lebih efisien.

Disebutkan dalam beberapa sumber menyatakan bahwa proses pengajuan klaim hanya memerlukan waktu selama 5 hingga 6 menit saja, jika benar terbukti benar, waktu tersebut sangatlah singkat. Melalui fitur KTP el reader, para pekerja dalam mengajukan klaim BPJS Ketenagakerjaan tidak perlu lagi antri di kantor terdekat bahkan prosesnya tidak memerlukan waktu lama.

Baca Juga  Dolar Buat Harga Emas Berjangka Berkilau

Sistem ini dinamakan dengan e-klaim dan dapat dilakukan dimana saja bahkan di rumah. Sangat mudah bukan? Hanya dengan menggunakan laptop/handphone dan koneksi internet saja, cara pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan menjadi lebih mudah.

Ada baiknya juga, sebelum mempelajari cara pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan, para pekerja mengetahui jumlah saldo yang dimiliki setiap orangnya. Sehingga pada saat mempelajari cara pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan dan mempraktikkannya, para pekerja menjadi lebih mudah dan dalam proses yang cepat.

Beberapa cara untuk mengetahui jumlah saldo sebelum mempraktikkan cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan adalah sebagai berikut:

1. Via SMS

Mengirim pesan dengan format Daftar(spasi)SALDO#NO_KTP#Tanggal lahir (Hari-Bulan-Tahun)#Nomor peserta#email

Dikirim ke 2757

2. Via aplikasi

Dengan memanfaatkan jaringan internet, bukan hanya pada saat mendaftar dan mencari cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan yang dapat dilakukan melalui aplikasi, cek saldo pun juga bisa dengan mengunduh aplikasi BPJSTK gratis

3. Via web

Cek saldo juga dapat dilakukan melalui via website melalui laman resmi BPJS Ketenagakerjaan

Proses Pencairan Dana BPJS Ketenagakerjaan

Proses Pencairan Dana BPJS Ketenagakerjaan JHT
Ilustrasi pelayanan BPJS Ketenagakerjaan via saibumicom

Setelah semua proses telah anda lalui, maka dalam kurun waktu yang tidak begitu lama, dana BPJS Ketenagakerjaan JHT anda akan dikirim ke rekening tabungan yang telah anda berikan pada saat mengajukan permintaan pencairan.

Proses pencairan BPJS Ketenagakerjaan yang semakin mudah ini semakin mempermudah para pekerja pula dalam melakukan sesuatu, baik dalam upaya penanganan hal-hal yang tidak terduga terjadi atau juga sebagai tabungan masa depan di hari tua nanti. Diharapkan semakin hari semakin banyak pekerja yang mengetahui cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here