Bursa Saham Ikut Terinfeksi Virus Corona , Makin Hari Kian Makin Anjlok

Hebohnya pemberitaan mengenai wabah virus corona disebut berdampak pada bursa saham utama di kawasan Asia. Hal itu seperti yang terjadi pada Kamis 23 Januari 2020 pekan lalu.

0
ilustrasi via sahamok com
ilustrasi via sahamok com

KabarUang.com , Jakarta – Hebohnya pemberitaan mengenai wabah virus corona disebut berdampak pada bursa saham utama di kawasan Asia. Hal itu seperti yang terjadi pada Kamis 23 Januari 2020 pekan lalu. 

Direktur Capital Markets Mandiri Sekuritas, Silva Halim mengakui, dalam sepekan terakhir para investor global sepertinya memang lebih cenderung mengevaluasi keadaan. Khususnya situasi perekonomian global yang dinilai akan terdampak akibat merebaknya wabah virus corona yang berasal dari China.

“Ini sebenarnya kan tidak terekspektasi, jadi kita juga masih memonitor. Apakah ini akan meluas atau apakah ini akan down,” kata Silva di kantornya, kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Baca Juga  Jadi Pelarian Investasi, Harga Emas Berjangka Mulai Naik Tajam

Silva berharap, dengan cukup sigapnya para pemerintah dan pihak-pihak terkait di lapangan yang saat ini tengah bekerja keras mengatasi penyebaran virus corona tersebut, diharapkan wabah ini akan segera berakhir.

Meski Indonesia berada jauh dari China, lanjut Silva, dia berharap pemerintah juga akan menciptakan berbagai upaya pencegahan yang maksimal agar tidak terjadi hal serupa di Tanah Air.

“Asalkan kita mengambil pencegahan-pencegahan dan sebagainya, mudah-mudahan bisa terkontrol dengan baik,” ujar Silva.

Baca Juga  Gara-gara Iklan Google dan Data Baru Youtube, Saham Alphabet Turun 5%

Mengenai dampaknya bagi pasar modal Indonesia, Silva mengaku masih belum membicarakan hal tersebut. Karena, menurutnya, hal itu masih terlalu dini untuk dibahas.

“Mungkin terlalu dini untuk membahas itu. Ini kan baru mulai minggu lalu, tapi kami yakin dampaknya akan lebih ke sana, ke area yang langsung terkena daripada ke Indonesia,” kata Silva.

Begitupun perihal efek domino terhadap sektor ekonomi nasional, setelah perekonomian China sepertinya juga akan terdampak dari wabah virus corona tersebut.

Baca Juga  Melek Internet, Warga Desa Merintis Bisnis Kopi Online

“Saya rasa masih terlalu dini untuk mengambil konklusi. Kan kita harus mempelajarinya,” tuturnya.

Tidak hanya itu, ISHG pun kian melemah. Kemarin IHSG dibuka melemah 3,29 poin atau 0,05 persen ke posisi 6.240,82. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak turun 0,86 poin atau 0,08 persen menjadi 1.024,65.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah mengatakan pasar saham diperkirakan bereaksi atas dampak penyebaran Virus Corona pada perekonomian global dan bisa berdampak bagi pergerakan IHSG.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here