Berikut 5 Tantangan Ekonomi yang Dihadapi Pemerintah di Tahun 2020

0

KabarUang.com, Jakarta – Memasuki tahun baru 2020 banyak tantangan ekonomi yang harus dihadapi pemerintah. Terlebih, pemerintah bertekad untuk membawa Indonesia menjadi negara yang maju. Untuk itu, perlu adanya terobosan yang dilakukan pemerintah demi menghadapi tantangan ekonomi di tahun 2020.

“Tapi, kalau tidak ada perubahan yang fundamental, dimana pemerintah melakukan terobosan-terobosan yang luar biasa, stagnasi akan terus terjadi. Maka dari itu perlu ad alangkah konkret,”ungkap Ekonom Indef Bhima Yudisthira, dilansir sindonews.com di Jakarta, pada Senin (1/1).

Ilustrasi via Liputan6.com

Berikut ini permasalahan ekonomi yang akan dihadapi oleh Indonesia :

1. Pertumbuhan ekonomi yang melambat

Salah satu tantangan ekonomi yang sedang dihdapi yakni prediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan menurun. Hal ini terjadi karena dampak ketidakpastian peserta pelatihan global yang saat ini masih terjadi.

“Adanya ketidakpastian global masih akan terus berlanjut yang mana bisa menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2020. Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan di kisaran 5%,”tutur Bima.

Baca Juga  OJK Nilai Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga Aman Ditengah Trade War Global

2. Defisit transaksi berjalan (current account deficit)

CAD saat ini masih menjadi tantangan terbesar pemerintah. Pada kuartal III/2018 lalu CAD tercatat sebesar USD8,8 miliar atau setara dengan 3,37% dari produk domestik bruto (PDB). Selanjutnya, angka ini membaik di kuartal III/2019 menjadi USD7,7 miliar atau setara dengan 2,7% dari PDB. Namun, angka ini masih di atas target CAD yang biasanya berada di kisaran 2,5%.

“Ini sulit melihat tekanan CAD ini. Untuk itu perlu meningkatkan lifting minyak dan menggunakan energi alernatif seperti biodesel guna mengurangi impor. Kemudian, dorong ekspor ke negara-negara alternatif,”ungkap Ekonom CORE Piter Andull.

3. Pertumbuhan kredit masih akan melambat

Kondisi permintaan kredit yang masih dibayangi oleh ekonomi global menyebabkan penyaluran kredit perbankan masih mengalami perlambatan.

Baca Juga  √ Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini PAUD, Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Prinsip

“Perlu adanya sinergis antara bank dengan pemerintah agar tidak terjadi perebutan dana. Selain sinergitas, penurunan suku bunga kredit dipengaruhi kuat oleh suku bunga deposito, sedangkan transmisi penurunan suku bunga kredit membutuhkan waktu karena deposito perbankan memiliki jangka waktu kontrak,”ungkap Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto yang menanggapi persoalan ini.

4. Defisit neraca perdagangan

Selanjutnya yang menjadi tantangan ekonomi di 2020 adalah tekanan atas kinerja perdagangan Indonesia masih belum reda. Ditambah lagi, perang dagang masih akan berlanjut dan turut menekan negara-negara berkembang. Hal ini termasuk juga Indonesia.

“Komoditas ekspor andalan Indonesia seperti batu bara dan minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) akan mengalami kenaikan signifikan pada tahun ini. Hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan nilai ekspor Indonesia,”ungkap Ekonom Indef Bima Yudishitra.

Baca Juga  Mendag Dan Juga Mentan Bisa Jamin Harga Bahan Pokok Akan Tetap Terkendali

5. Investasi melambat

Terakhir, tantangan ekonomi di tahun ini adalah investasi yang melambat. Hal ini terlihat dari hasil pajak yang tidak sesuai target di tahun 2019. Profesor riset Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Syarif Hidayat mengatakan bahwa untuk memastikan konsep maupun implementasi program akselerasi transformasi ekonomi ini perlu adanya tata kelola yang tepat.

Selain itu, orientasi reformasi kebijakan pemerintah harus menekankan pada penguatan kapasitas negara. Namun, dengan tidak meninggalkan ikhtiar reformasi kelembagaan dalam meningkatkan investasi.

“Dua program ini di usulkan agar tata kelola dan akselerasi transformasi ekonomi dapat tercapai,”ungkap Syarif.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here