Akibat Banjir, Sejumlah Aktvitas Ekonomi Terhambat dan Alami Kerugian

0

KabarUang.com, Jakarta – Hujan deras yang mengguyur daerah Jakarta dan sekitarnya mengakibatkan banjir yang mengakibatkan sejumlah kerugian. Baik kerugian yang dirasakan individu ataupun instansi.

Ilustrasi via Liputan6

Ekonom sekaligus Direktur Riset Center of Reforms on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan bahwa banjir mengakiatkan kerugian yang dialami oleh setiap orang. Selain itu, aktivitas perusahaan, pegawai, pedagang dan lainnya juga terhambat akibat banjir.

“Kalau seperti perusahaan itu kemasukan banjir, kemudian barang-barangnnya mengalami kerusakan, mungkin itu bisa ditangani oleh pihak asuransi. Tapi terlepas dari asuransi itu, kegiatan aktivitas ekonomi yang lebih berdampak negatif terhadap perusahaan, perusahaan jadi tidak bisa beraktivitas, tidak bisa berproduksi, tidak bisa melakukan penjualan,”ungkap Piter pada Kamis (2/1) dilansir dari liputan6.com.

Baca Juga  Kemenperin Dorong Hilirisasi Industri Untuk Dukung Progres Ekspor

Pelaku ekonomi alami kerugian akibat banjir

Menurutnya pula banjir ini menyebabkan perusahaan mengalami kerugian. Contohnya saja perusahaan ritel yang aktivitas jual belinya terganggu. “Jadi kalau seandainya perusahaan begitu dia tidak beroperasi itu rugi namanya idle capasity,”paparnya.

Ile capasity disini maksudnya adalah suatu kapasitas produk yang tidak bisa terapakai. Meski begitu, dia menyampaikan bahwa tidak ada yang bisa dilakukan sebagai langkah antisipasi. Perusahaan mendapatkan dampak yang sama baik yang terkena banjir secara langsung maupun tidak.

Di sisi lain, aktivitas masyarakat pun terhambat. Seperti banyaknya masyarakat yang tidak bisa beergian kemana-mana akibat banjir. Hal ini karena akses lalu lintas menuju perusahaan pun tertutup. Hal inilah yang menyebabkan banyak pegawai yang tidak bisa kerja karena terjebak banjir.

Baca Juga  Jalur LRT Palembang Mulai Gelap Gulita, Apa Penyebabnya?

Banjir juga berdampak besar bagi perusahaan asuransi. Asuransi akan mengalami lonjakan tanggungan. Hal ini karena pihak asuransi yang menanggung kerusakan kendaraan akibat banjir. “Banjir ini berdampak negatif pada perusahaan, yang terkena bajir, dan juga untuk perusahaan-perusahaan asuransi akan meningkat. Meningkatnya asuransi kan merupakan biaya asuransi,”jelasnya.

Selain perusahaan asuransi, perusahaan lainnya yang mengalami kerugian yakni perusahaan jalan tol seperti Jasa Marga. Hal ini karena akses tol digratiskan selama banjir.

Baca Juga  PLN Pertimbangkan Beri Kompensasi Pasca Padamnya Listrik di Sejumlah Daerah

“Ya, itu juga mengurangi pendapatan Jasa Marga, Jasa Marga mengalami kerugian, asuransi mengalami kerugian, pabrik-pabrik mengalami kerugian, masyarakat kecil alami kerugian dan apabila dikumpulkan kerugian akibat banjir ini bisa besar, saya tidak bisa menghitung. Kalau kita hitung yah pedagangkeci pun warung-warung alami kerugian begitupun dengan perusahaan besar, tol, semuanya rugi,”tutupnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here