4 Jenis Passive Income Modal Uang

0

KabarUang.com, Jakarta – Siapa sih yang tidak ingin mendapatkan passive income ? Passive income ini sangat berbeda dengan active income. Hal ini karena active income bisa didapat ketika kita bekerja. Dimana ketika kita bekerja kita tidak akan mendapatkan uang. Sementara passive income sumber pendapatannya terus mengalir meski kita tidak bekerja.

Ada dua hal yang perlu anda ketahui untuk mendapatkan passive income. Pertama berupa modal di awal atau tenaga dan juga waktu di awal.

Ilustrasi via Microsoft

Berikut ini cara mendapatkan passive income dengan mengeluarkan modal di awal:

1. Deposito bank

Cara paling mudah dan aman untuk mendapatkan passive income adalah dengan deposito bank. Anda akan mendapatkan 5 hingga 6% setiap tahunnya. Biasanya resiko yang dihadapi sangat kecil, namun anda harus mengeluarkan modal di awal sebesar Rp 1.000.000 untuk menanamkan uang anda.

Baca Juga  Menteri Keuangan Sri Mulyani Bongkar Kasus Jiwasraya Melalui Jalur Hukum

Deposito artinya anda menitipkan uang di bank dalam jangka waktu tertentu. Bisa satu bulan, dua bulan, enam bulan dan sebagainya. Ingat, bahwa anda tidak bisa mengambil uang anda dalam jangka waktu yang sudah anda tentukan. Apabila anda mengambil uang anda sebelum habis masanya, anda akan dikenakan penalti.

2. Reksadana

Dengan reksanadana, anda bisa mendapatkan bunga mulai dari 6 hingga 12% setiap tahunnya dengan resiko yang sangat kecil. Uniknya, reksadana bisa dimulai dengan modal hanya Rp 10.000 saja. Namun, untuk mendapatkan keuntungan yang besar, ada baiknya anda tidak menyentuh uang anda selama 10 tahun.

Baca Juga  Tips Berinvestasi Anak Wakil Presdir BCA

Konsep reksadana yakni kita menitipkan uang kita kepada manager investasi yang sudah berpengalaman. Nantinya dia akan memasukkan data kita ke instrumen-instrumen investasi. Kita juga bisa memilih program yang paling cocok dengan kita.

3. Peer to peer lending

Selanjutnya adalah peer to peer lending. Ini merupakan skema dimana kita meminjamkan uang kita kepada bisnis atau individu dan kita mendapatkan bunga dari hasil pinjaman tersbeut.

Saat ini sudah banyak sekali platform peer to peer lending. Rata-rata platform ini menawarkan keuntungan 15% setiap tahunnya. Resiko yang akan ditemui ketika melakukan peer to peer lending adalah uang tidak kembali sama sekali dan resiko uang anda telat kembalinya.

Baca Juga  Usai Lebaran, Ada Baiknya Lihat Kembali Sisa Dana Untuk 'Bertahan Hidup'

4. Emas

Selanjutnya cara investasi yang paling aman adalah dengan membeli emas. Hal ini karena emas tidak terkena inflasi. Emas yang dimaksud disini adalah emas 24 karat. Di Indonesia sendiri ada dua jenis merk emas murni yang sudah terkenal, yakni antam dan ada emas waris. Saat ini emas bisa dibeli di platform tokopedia dan e-mas.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here