Mantan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim Ingin Berinvestasi di Indonesia 2020 Mendatang

Mantan Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim, menemui Presiden Joko Widodo (Jokowo) di Istana Merdeka, hari jumat kemarin. Jim sowan ke istana untuk membicarakan sejumlah proyek investasi yang akan ia lakukan pada 2020 mendatang.

0
ilustrasi via liputan6 com
ilustrasi via liputan6 com

KabarUang.com , Jakarta – Mantan Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim, menemui Presiden Joko Widodo (Jokowo) di Istana Merdeka, hari jumat kemarin. Jim sowan ke istana untuk membicarakan sejumlah proyek investasi yang akan ia lakukan pada 2020 mendatang.

Ada tiga proyek yang sudah disetujui Jokowi, di antaranya pembangkit listrik hydropower, pengembangan manajemen bandara, dan transmisi listrik.

Jim yang meninggalkan Bank Dunia pada awal 2019 ini mengaku tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia karena kebijakan ekonomi yang dianggapnya sudah berjalan di arah yang benar. Apalagi, pemerintahan saat ini diisi oleh sejumlah tokoh yang sempat bermitra dengannya di Bank Dunia seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang sempat terlibat langsung dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali pada 2018 lalu.

Baca Juga  Kaesang Tebarkan Spirit of Enterpreneur kepada Ratusan Mahasiswa

“Saya sangat optimistis dengan negara ini, dengan pemerintahan ini, dan kami sedang menjajaki investasi di sini,” ujar Jim usai bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Jumat (13/12).

Sementara itu, Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan bahwa Jim Yong Kim akan berinvestasi melalui Global Infrastructure Partners (GIP). Untuk tahap awal pada 2020 nanti, investasi GIP di sektor energi, transportasi, dan air diperkirakan sebesar 3 miliar dolar AS. Luhut menargetkan angka investas GIP bisa beranjak menjadi 5 miliar dolar AS di tahun-tahun investasi berikutnya.

Baca Juga  Lewat Pameran Salon De Gourmet, Produk Makanan Minuman Indonesia Tembus Pasar Spanyol

“Presiden tadi kasih instruction supaya kita langsung go ahead, karena presiden sama Jim Yong Kim adalah teman baik,” kata Luhut.

GIP merupakan ekuitas swasta yang berinvestasi melaui proyek-proyek energi, transportasi, dan air di negara-negara kaya dan berkembang. GIP berencana merealisasikan investasinya di Indonesia mulai 2020 nanti.

Luhut Pandjaitan Menko Kemaritiman dan Investasi juga mengatakan, Kim berminat untuk investasi di Kalimantan terkait energi, transmisi, dan bandara.

Baca Juga  Kesensitifan Perubahan Teknologi di Era Digital Bisa Jadi Kunci Perusahaan Bertahan

“Jim Yong Kim, bekas presiden World Bank, sekarang bekerja jadi partner di Global Infrastructure Partners. beliau berminat untuk melakukan investasi di indonesia. 3 tempat, dan presiden sudah setuju tadi, yaitu di hydropower di Kalimantan Utara, kemudian di airport untuk manajemen airport, dan juga kemudian transmisi,” kata Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here