Menlu Dorong Kerjasama Ekonomi Konkret Senilai Rp 250 Juta Dolar AS di Senegal

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi telah melakukan kunjungan kerja ke Dakar, Senegal, untuk mendorong kerja sama ekonomi konkret dengan sejumlah negara Afrika. Dalam kunjungan itu, Menlu Retno telah didampingi pimpinan dari Indonesia Eximbank (LPEI), PT Wijaya Karya, PT Timah dan PT Dirgantara Indonesia.

0
ilustrasi via aa com tr
ilustrasi via aa com tr

KabarUang.com , Jakarta – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi telah melakukan kunjungan kerja ke Dakar, Senegal, untuk mendorong kerja sama ekonomi konkret dengan sejumlah negara Afrika. Dalam kunjungan itu, Menlu Retno telah didampingi pimpinan dari Indonesia Eximbank (LPEI), PT Wijaya Karya, PT Timah dan PT Dirgantara Indonesia.

Dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri yang diterima, Menlu Retno telah bertemu dengan Presiden Senegal Macky Sall guna membahas sejumlah isu peningkatan kerja sama bilateral di bidang ekonomi. Pada kunjungan kerja tersebut, Menlu juga direncanakan mendorong tindak lanjut dan realisasi kerangka kesepakatan proyek senilai 250 juta dolar AS, yang ditandatangani PT WIKA dengan pihak Senegal di sela-sela penyelenggaraan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue di Bali pada Agustus 2019.

Baca Juga  Bank Mandiri Mulai Rasakan Ancaman Resesi Ekonomi

Indonesia telah menjalin hubungan baik dengan negara-negara Afrika, terutama sejak Konferensi Asia-Afrika 1955. Dalam beberapa tahun terakhir, diplomasi Indonesia telah bekerja untuk merealisasikan sejumlah kerja sama ekonomi Indonesia-Afrika.

Beberapa proyek kerja sama konkret yang telah dicapai termasuk renovasi Istana Presiden Niger senilai 26,7 juta dolar AS serta kerja sama perawatan pesawat dan penanganan darat (ground handling) maskapai penerbangan Ethiopia senilai 3,1 juta dolar AS. Kesepakatan senilai lebih dari 586 juta dolar AS telah pula dihasilkan pada Indonesia-Africa Forum, yang diselenggarakan di Indonesia pada 2018.

Pada Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) yang juga diprakarsai Indonesia pada Agustus 2019, diplomasi Indonesia telah menghasilkan transaksi bisnis sejumlah 822 juta dolar AS dengan sejumlah negara Afrika, yaitu Niger, Senegal, Pantai Gading, Nigeria, Tanzania, Mozambik.

Baca Juga  Emas Menjadi Salah Satu Faktor Penyumbang Inflasi Terbesar Pada Maret 2020

Dalam rangka membuka akses pasar bagi produk-produk Indonesia, Indonesia telah menandatangani Perjanjian Perdagangan Istimewa (Preferential Trade Agreement/PTA) dengan Mozambik pada 27 Agustus 2019 di Maputo. PTA itu merupakan yang pertama disepakati Indonesia dengan negara-negara Afrika. Di sela-sela IAID lalu, juga telah dilakukan negosiasi putaran pertama PTA dengan Mauritius dan pembahasan awal PTA dengan Djibouti.

Menlu Retno juga menjadi pembicara pada konferensi internasional yang diselenggartelah oleh Pemerintah Senegal bekerja sama dengan Dana Moneter Internasional (IMF). Ia telah berbagi kisah sukses kerja sama pembangunan dan investasi Indonesia dengan berbagai negara di Afrika.

Baca Juga  [Infografik] Data Penurunan Daya Saing Ekonomi Indonesia

Kunjungan tersebut merupakan kunjungan pertama Menlu RI ke Afrika pada masa kabinet Indonesia Maju. Pada periode pemerintahan Presiden Joko Widodo sebelumnya, Menlu Retno telah melakukan kunjungan ke beberapa negara Afrika, seperti Afrika Selatan, Pantai Gading, Mozambik, dan Nigeria.

Kunjungan kerja Menlu Retno ke Afrika merupakan penjabaran dari visi dan misi Presiden RI untuk meningkatkan peran ekonomi Indonesia di tingkat global, seperti di Afrika.

Berbagai pimpinan BUMN dan perbankan Indonesia yang menjadi bagian dari delegasi yang dipimpin Menlu RI juga telah mengadakan sejumlah pertemuan dengan mitra-mitra mereka selama kunjungan untuk membahas kerja sama bilateral di sektor infrastruktur, pertambangan dan industri strategis.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here