Kawasan Hortikultura Dikembangkan Demi Dorong Ekspor Pertanian

0

KabarUang.com, Jakarta – Saat ini pemerintah sedang gencar mendorong pengembangan produk yang memiliki potensi ekspor. Bukan hanya hasil industri namun juga hasil pertanian. Hal ini dilakukan dengan cara mengembangkan kawasan hortikultura.

Ilustrasi holtikultura via sindomanadocom

“Untuk mempercepat program peningkatan ekspor produk pertanian tersebut, pemerintah mendorong pengembangan kawasan hortikultura berorientasi ekspor sebagai program prioritas yang menjadi quick wins Kemenko Perekonomian,”ungkap Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono, pada keterangan resmi, Sabtu (28/12).

Sektor pertanian terus dikembangkan

Beliau juga menjelaskan peran sektor pertanian ini dalam pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin strategis. Kontribusi sektor pertanian dalam Produk Domestik Bruto (PDB) bahkan menempati posisi ketiga.

Baca Juga  Nilai Tukar Petani Naik Sejalan dengan Kesejahteraan Petani yang Meningkat

Selain itu, sektor pertanian juga salah satu sektor yang mengalami surplus saat sektor lainnya mengalami deifisit neraca perdagangan. Pada Agustus 2019 sektor pertanian mengalami surplus hingga mencapai USD0,34 miliar atau tumbuh 12% dibanding tahun sebelumnya.

Salah satu tanaman hortikultura yang dikembangkannya ialah pisang cavendish. Pisang ini dipilih dengan alasan memiliki nilai ekonom yang tinggi dan potensi pasar yang masih terbuka sangat luas, baik di dalam maupun luar negeri.

Hasil produksi pisang cavendish ini diharapkan bisa menjadi subtitusi buah impor dari Filipina juga memenuhi kebutuhan lokal. Misalnya untuk kebutuhan hotel, resto dan sebagainya sehingga bisa menekan defisit perdagangan nasional.

Baca Juga  Kementan Amankan Stok Cabai Saat Musim Kemarau

Meski masih ada beberapa tantangan dalam menanam pisang cavendish ini seperti lemahnya sumber daya manusia, kelembagaan petani, terbatasnya pasar modal, kurangnya pendampingan dan inovasi teknologi serta terbatasnya akses pasar, pemerintah terus mencari solusi.

“Solusinya, perlu ada kerjasama kemitraan antara pemerintah dan swasta yang dapat membantu petani dalam merancang pola produksi hingga pemasaran untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan untuk eskpor. Hal ini penting agar petani kita menjadi lebih mandiri, tangguh dan mampu bersaing di pasar global,”ungkap Susiwijono, dilansir sindonews.com.

Kemenko Perekonomian membuatnya menjadi program prioritas melalui integrasi kebijakan, diantaranya untuk penyediaan lahan melalui optimalisasi kebijakan pemanfaatan lahan Perhutanan Sosial, peningkatan produksi, mutu dan daya saing produk. Selanjutnya, peningkatan akses pembiayaan petani melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), peningaktan akses pasar melalui e-commerce dan dukungan logistik. Selain itu juga, pengembangan saranan prasarana/infrastruktur transportasi dan dukungan kebijakan tarif dan perdagangan internasional.

Baca Juga  Aa Gym Luncurkan Pupuk Organik dari Lalat
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here