Tidak Kuat Bakar Duit, Lippo Memilih Lepas Saham OVO

0
Ilustrasi Dompet Diital OVO via teknologiid

KabarUang.com, Jakarta – Meskipun baru berstatus Unicorn Indonesia, Lippo memilih melepas sebagian besar sahamnya di dompet digital OVO.

Dari kepemilikan penuh di PT Visionet Internatioal, perusahaan yang menaungi dompet digital OVO, Lippo melepas 70% kepemilikannya.

Saat ini, Lippo hanya memiliki saham sebesar 30% di dompet digital OVO.

“Bukan melepas, adalah kita menjual sebagian. Sekarang kita tinggal sekitar 30-an % atau satu pertiga. jadi dua pertiga kita jual,” jelas Mochtar Riady, Pendiri sekaligus Chairman Lippo Group, seperti dikutip dari detikcom (30/11).

Baca Juga  PT Krakatau Steel Lepas Saham Anak Usaha dan Terbitkan Obligasi Konvertibelnya

Terkait alasan melepas saham Lippo, “Terus bakar uang, bagaimana kita kuat?” tutur Mochtar.

Bakar duit adalah istilah dalam perusahaan startup yang digunakan untuk promosi seperti potongan harga besar-besaran, cashback, hadiah dan berbagai program lainnya yang menguras angka investasi fantastis.

Tujuannya tidak lain adalah untuk mengakuisisi lebih banyak pengguna dan menamah jumlah transaksi menggunakan dompet digital OVO.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menjelaskan, startup apalagi yang menyandang status unciorn ataupun decacorn di Indonesia saat ini dalam posisi merugi.

“Kenapa merugi? Karena pendapatan dan pengeluaran lebih banyak pengeluaran,” katanya kepada detikcom, Jumat (29/11/2019).

Dia menjelaskan, pengeluaran perusahaan membengkak karena untuk berbagai keperluan seperti memberi diskon atau cashback.Tujuannya, untuk menarik pengguna dan mengembangkan pasar. Sejumlah pengeluaran untuk menarik pengguna inilah yang disebut bakar duit.

Baca Juga  OVO Resmi Jadi Unicorn Kelima di Indonesia

Dari perspektif pengamat, ada dua yang bisa saja menjadi pertimbangan Lippo melepas sahamnya disaat OVO sudah berestatus Unicorn.

Pertama adalah memang karena factor “bakar duit” yang kedepannya terpaksa harus lebih banyak.

Kedua karena dari value OVO saat ini, Lippo telah balik modal bahkan dengan dengan menjual 2/3 kepemilikannya tersebut, Lippo telah memperoleh keuntungan besar dimana dengan status Unicorn, valuasi OVO sudah diatas US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun.

Baca Juga  Maraknya Bisnis Vape, Petani Tembakau Merugi ?

Dari pihak Lippo sendiri, dengan penjualan sebagian besar kepemilikiannya, OVO akan lebih bisa berkembang dengan cepat dan besar serta dapat memberi pelayanan terbaik kepada pelanggan OVO kedepannya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here