Saat Ini Telah Banyak Bank Terapkan Sustainable Finance

0
Ilustrasi Bank Sustainable Finace via swacoid

KabarUang.com, Jakarta – Sustainable Finance merupakan dukungan menyeluruh dari industri jasa keuangan untuk pertumbuhan yang dihasilkan dari keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Menurut OJK, Ekonomi, sosial, dan lingkungan sejatinya adalah tiga bidang yang berbeda, karena memiliki karakteristik masing-masing. Berbeda tetapi bukan mustahil disatukan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membuktikan bahwa ketiga bidang tersebut tadi dapat disatukan dalam satu konsep yang diberi nama “Sustainable Finance” atau Keuangan Berkelanjutan.

Lima bank telah bergabung dalam program Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia (IKNB). Kelima bank tersebut antara lain Bank Mandiri Syariah, Bank CIMB Niaga, Bank OCBC NISP, Maybank dan Bank HSBC Indonesia. 

Baca Juga  Emas Antam Kini Dijual Rp714.000/Gram Karena Naik Sekitar Rp9.000

Bergabungnya, Bank Mandiri Syariah, CIMB Niaga, OCBC NISP, Maybank dan HSBC Indonesia membuat anggota IKBI bertambah, dari sebelumnya hanya delapan, kini menjadi 13 anggota IKBI

Salah satu perwakilan Kepala Divisi Transaction Banking PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kristina Lestari Ningsih mengatakan delapan penggerak IKBI pertama kali yakni BRI, BNI, BCA, Bank BJB, Artha Graha, Bank Muamalat dan BRI Syariah.

“Diharapkan penambahan anggota bisa memperkuat IKBI ke depan. Harapannya juga bisa menjadi pioneer sektor keuangan dan mendorong para nasabah untuk ikut melakukan praktik berkelanjutan,” ujarnya saat acara IKBI Perhelatan New Members of IKBI di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (26/11).

Baca Juga  Kinerja Sangat Baik, BRI Akan Bagi Deviden Rp 16.1 Triliun

IKBI hadir di Indonesia karena adanya prinsip keuangan berkelanjutan yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lewat Peraturan OJK (POJK) nomor 51 tahun 2017 tentang Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (KB) dan POJK nomor 60 tahun 2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan.

 Direktur Finance and Administration World Wide Fund for Nature (WWF) Aria Nagasaatra menambahkan kawasan Asia Tenggara rentan terhadap dampak fisik dari perubahan iklim seperti gelombang panas berkepanjangan, badai tropika dan sebagainya. Perubahan iklim itu diproyeksikan dapat menyebabkan GDP turun hingga 11 persen di ASEAN pada 2100. 

Baca Juga  Akibat Belum Lapor, Spekulasi Kinerja BUMN Mencuat

“Khusus untuk Indonesia, ancaman hilangnya keanekaragaman hayati juga menjadi genting, sebab akan mengakibatkan kurangnya modal alam pada risiko pembangunan ekonomi dan sosial yang sangat signifikan,” ujarnya.

Dalam country progress report AFC (Alliance Finance Company) sustainable 2018, Indonesia termasuk leading keuangan berkelanjutan bersama China dalam regulasi dan partisipasi industri.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here