Hukum Saham dalam Islam

0

KabarUang.com, Jakarta – Banyak masyarakat yang mengatakan bahwa saham adalah sesuatu hal yang dilarang dalam Islam. Namun, perlu anda ketahui bahwa tidak semua saham dilarang. Pada dasarnya saham diperbolehkan dalam Islam, namun dengan ketentuan yang tentunya harus sesuai dengan syariat. Berikut ini beberapa pendapat MUI (Majelis Ulama Indonesia) ahli ulama mengenai hukum saham dalam Islam.

Ilustrasi diarysaham

Menurut MUI

MUI (Majelis Ulama Indonesia) sendiri sudah mengeluarkan fatwa tentang investasi saham secara khusus. MUI tidak asal melarang dan menghukumi saham dengan label haram. Sebab, MUI mengatakan bahwa pasar modal dibutuhkan karena hal berikut ini :

  1. Perkembangan ekonomi suatu negara dipengaruhi dengan perkembangan pasar modal.
  2. Pasar modal syariah telah dikembangkan di beberapa negara.
  3. Umat Islam membutuhkan pasar modal yang sesuai dengan prinsip syariah.

Berdarkan hal itulah MUI mengatakan bahwa saham ini diperbolehkan dalam Islam. Maka, muncullah fatwa diperbolehkannya saham. Fatwa ini dikenal dengan Fatwa DSN No.40. Fatwa ini berisi tentang memperbolehkannya saham dalam Islam atau yang dikenal dengan saham syariah.

MUI memperbolehkan pasar modal dengan ketentuan yang harus disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariah di bidang pasar modal. Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan seperti emiten yang menerbitkan efek syariah, terpenuhinya kriteria dan jenis efek syariah, juga tidak lupa memperhatikan beberapa transaksi yang dilarang hingga harga pasar yang wajar. Inilah pendapat MUI soal hukum saham dalam Islam.

Baca Juga  3 Cara Memulai Investasi Saham

Pendapat para ulama

Selanjutnya, pendapat para ulama tentang saham ini berbeda-beda. Berikut pemaran dari ulama yang ada di Indonesia tentang hukum saham dalam Islam :

  • Ustad Abdul Somad

Ustad Somad mengatakan bahwa transaksi saham, forex, jual beli saham dan e-commerce diperbolehkan selama terhindar dari tiga hal yakni tidak ada isti’bu, zul dan gampling. Apabila ada salah stu unsur saja maka tinggalkanlah saham tersebut. Namun, jika tidak ada ketiganya maka boleh melanjutkan invstasi saham.

  • Ustad Dr. Muhammad Arifin Badari

Ustad Muhammad mengatakan bahwa saham tak ubahnya dikenal sebagai surat kepemilikan yang serupa dengan surat tanah, BPKB dan lainnya. Beliau menekankan untuk tidak melihat sahamnya, melainkan lihatlah perusahannya bergerak di bidang apa. Jika perusahaan tersebut bergerak di bidang yang halal, maka halal lah sahamnya. Kemudian yang kedua yakni ketika berbicara mengenai perusahaan maka tidak lepas dari tata cara mengelola keuangannya. Apabila cara mengelola keuangannya dilakukan dengan cara riba, maka hukumnya adalah haram.

  • Ustad Khalid Basalah
Baca Juga  IHSG Sedang Dibuka Naik Sekita 6 Poin ke Level 6.480

Ustad Kalid mengatakan bahwa jual beli saham diperbolehkan jika perusahaan dan barang yang dikelolanya jelas. Bukan hanya simbolik saja. Untuk itu, dalam Islam kita tidak diperbolehkan membeli sesuatu yang tidak kehilatan. Sistem dagang dan produk juga memiliki syarat tersendiri. Diantaranya yakni sistemnya jauh dari manipulasi, riba, dzalim. Sedangkan produk diharuskan jauh dari yang haram. Jika semuanya jelas dan tidak dilarang dalam Islam, maka menjual beli saham tidak dilarang dalam Islam.

Berikut ini bentuk saham yang diperbolehkan :
1. Saham yang wujudnya jelas

Maksud jelas disini ialah anda membeli saham seperti anda membeli sebuah aset. Dimana anda mengetahui perusahaan tersebut, nilai dari perusahaan itu sendiri dan anda mengetahui presentasi berapa kira-kira nilai aset yang anda miliki. Saham seperti ini boleh diperdagangkan.

2. Saham yang tidak ril

Selanjutnya yakni saham yang sifatnya hanya surat yang diterbitkan namun tidak mewakili aset. Ini mulai digalakkan bagi mereka yang bermain di dunia forex atau bisnis saham online. Misalnya saja seperti anda memiliki sejumlah uang untuk membeli minyak 100 barel. Uang anda tersebut akan digantikan dengan sebuah kertas atau sertifikat bahwa anda memiliki uang sejumlah dengan 100 barel minyak. Saham jenis ini diperbolehkan.

Baca Juga  PT Bursa Efek Indonesia Berencana Akan Menambah Kriteria Notasi Pada Kode Saham Emiten Yang Mengalami Persoalan

Jual beli saham dihalalkan jika :

Kemudian ketika anda ingin memperjual belikan saham, maka anda harus memenuhi syara yang sudah ditentukan. Pertama, perusahaan penerbit saham adalah perusahaan yang benar-benar sudah beroperasi, dimana harga merupakan kesepakatan kedua belah pihak. Kedua, perusahaan penerbit saham diharuskan bergerak dalam bidang yang dihalalkan syariat. Ketiga, perusahaan tersebut tidak melakukan praktik riba baik dalam pembiayaan, penyimpanan kekayaan dan lainnya. Terakhir, penjualan dan pembelian saham dilakukan dengan cara-cara yang dibenarkan dalam Islam.

Itulah beberapa hukum saham dalam Islam. Perlu diketahui bahwa ada jenis saham yang memang sudah jelas diharamkan seperti jenis saham istimewa atau saham preferen dan saham kosong.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here