Bank Mandiri Hingga Akhir Tahun 2019 Tergetkan Transaksi e-Money Rp 13 Triliun

0
Ilustrasi e-Money via mysenaraiharga

KabarUang.com, Jakarta – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) hingga akhir tahun 2019  menargetkan transaksi e-money atau uang elektronik (kartu) milik bank Mandiri mencapai Rp 13 triliun.

Dengan angka tersebut, target yang dikejar hingga akhir tahun ini jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, mengalami kenaikan sebesar 30%-35%.

“Penggunaan uang tunai itu mahal. Kalau di Indonesia bisa berjalan cashless society, itu akan menekan biaya, menguntungkan semua pihak, nasabah dan BI sebagai regulator,” ungkap Hery Gunardi, Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri, seperti dimuat di Kontan, Minggu (3/11).

Baca Juga  Program CSR Bank CIMB Niaga Tbk Dukung Pemberdayaan Anak-anak Berkebutuhan Khusus

Penggunaan e-money Bank Mandiri hampir 80% masih dipergunakan untuk transaksi transportasi seperti Transjakarta, tol, Kereta Commuterline Indonesia (KCI) dan Moda Raya terpadu (MRT). 

Bank Mandiri juga telah bekerjasama dengan PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) sebagai operator dari aplikasi sistem pembayaran LinkAja. 

Kerjasama dengan LinkAja bertujuan untuk mengoptimalkan jaringan pembayaran yang telah dimiliki masing-masing pihak termasuk e-Money dari Bank Mandiri untuk mencapai goal gerakan nasional non-tunai.

Baca Juga  DBS Group Holdings Ltd Beli Bank Permata?
“Gerakan non tunai di Indonesia masih terhambat, Karena masih berpikir pakai uang tunai, dengan kerjasama ini diharapkan transaksi bisa meningkat,” ungkap Danu Wicaksana, Direktur Utama Finarya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here