Startup Indonesia Banyak yang Gagal ? Ini Kata Menkominfo

0

KabarUang.com, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan bahwa kebanyakan startup Indonesia gagal mendirikan usaha rintisan (startup) dalam skala Internasional. Padahal, beliau mengatakan bahwa potensi pasar Indonesia sangatlah besar.

Ilustrasi via BeritaSatu

“Secara Internasional hanya 5 persen. Jai memang lebih banyak yang gagal daripada berhasil karena banyak startup di Indonesia yang cuman startup-startup-an saja,”ungkapnya dilansir idntimens.com.

Kegagalan itu kebanyakan dikarenakan startup di Indonesia tidak respect dengan pangsa pasar yang ingin dituju. “Selain itu, kebanyakan di Indonesia banyak yang techie (techno savy) tapi mereka lupa terhadap market. Ada gak pasarnya? We need to validate the market,”tambahnya.

Baca Juga  Kemenperin Gencar Perbanyak Startup Inovatif di Sektor Kerajinan dan Batik

Untuk itu, pihak pemerintah mendukung agar banyak unicorn yang lahir dari banyaknya startup yang ada di Indonesia. Bukan hanya itu, bahkan pemerintah juga mendukung agar banyak startup baru yang lahir dan bisa berhasil. Maka dari itu, pemerintah menggalakkan program 1000 Startup Digital.

“Pemerintah create program seribu startuo baru, yakni agar mereka melewati fase-fase yang harus dilakukan oleh startup pada umumnya seperti akselerasi, inkubasi hingga ke tahap capital. Gimana caranya ngasih success rate ini harus di atas 75 persen,”jelasnya.

Menurut laporan Bureau of Labour Statistic (BLS) tercatat bahwa terdapat 50 persen startup yang dinyatakan gagal pada empat tahun pertama berdirinya. Sementara sebanyak 19 persen startup lainnya dinyatakan gagal karena ketatnya persaingan bisnis. Sisanya sebanyak 18 persen startup dinyatakan gagal akibat persoalan pricing atau cost isuues.

Namun, Menkominfo juga mengaku bangga karena pada tahun ini ada lima startup yang berkembang menjadi unicorn. Jumlah ini dinyatakan sudah mencapai target yang dibuat. Diantaranya yakni OVO, Traveloka, Tokopedia, Gojek dan Bukalapak.

Baca Juga  Data Fintech Perlu Dilindungi oleh UU Kata Bos OJK

“Target kita 5 unicorn alhamdulillah sudah tercapai. Saya berharap sebelum akhir tahun ada satu lagi yang jadi unicron,”ungkapnya.

Saat ini, Menkominfo belum menyebutkan sektor apa yang akan menjadi unicorn baru di Indonesia. Sedangkan, para perintis startup sendiri mengaku bahwa menjadi perusahaan unicorn bukanlah hal yang mudah.

“Menjadi unicron tidak mudah karena memerlukan model bisnis pembunuh dan beberapa putaran pendanaan yang berhasil. Pada akhirnya hanya sekitar 1 persen dari perusahaan yang memperoleh pendanaan awal untuk mencapai status itu,”tulis riset Digital Economy Compass 2019.

Baca Juga  Gojek Berada di Posisi ke-6 BRANZ Most Valuable Indonesian Brand 2019
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here