Rumus Menghitung Harga Saham, Metode dan Rumus Perhitungan Saham

0
ilustrasi via finansialku com
ilustrasi via finansialku com

KabarUang.com , Jakarta – Terkait soal jenis-jenis harga saham atau macam-macam penamaan valuasi saham di bursa ternyata masih banyak yang bingung. Khususnya pemula dalam trading saham masih belum bisa membedakannya.

Atau kalau ada yang bertanya bagaimana menghitung valuasi saham yang sesungguhnya? maka inilah jawabannya.

Nah, di artikel kita kali ini saya mau menjelaskan berbagai jenis valuasi saham yang ada. Dan setelah ini, saya yakin teman Analis semua sudah bisa membedakan mana saham mahal dan mana saham murah. Tinggal ditambah dengan karkulator saham excel dan kalkulator nilai intrinsic yang akan dibagikan gratis nantinya.

Tapi sebelum itu, saya mau kasi prolog dulu.

Saya juga mau sampaikan kalau ini adalah artikel lanjutan dari pembahasan soal tahap analisis Fundamental Saham.

Jadi begini, pada saat perusahaan ingin melakukan IPO dan setelah semua persiapannya selesai, selanjutnya perusahaan akan menginformasikan info keuangannya di prospectus, nah dari situ investor bisa menilai berapa harga sebenarnya dari saham ABCD dibanding harga rata-rata saham yang akan ditawarkan.

Book value adalah dasar utama dalam menilai valuasi saham. Dari sini kemudian bisa diketahui bahwa harga saham dibursa sedang mahal atau murah. Tentunya ini punya rumus tersendiri. Tapi tidak usah khawatir karena akan diulas juga di artikel ini.

Yang jelas, valuasi itu tidak satu. Ada beragam valuasi saham yang harus dipahami. Dari data laporan keuangan ada valuasinya, di bursa juga ada, dan dengan membandingkan dengan intangible atau nilai abstrak perusahaan juga ada harga tersendirinya.

Baca Juga  Cara Melihat Harga Saham Tahunan, Laporan Keuangan

Jadi jangan salah brow soal valuasi ini! Dan biar tidak salah baca hingga selesai artikelnya.

Jenis Valuasi Saham

Dari pengalaman dan ilmu sebelum turun gungung, maka ada 3 valuasi saham yang berbeda-beda, yaitu:

1.  Harga sebenarnya

Yang dimaksud adalah nilai buku atau book value dan juga EPS. Inilah harga saham sebenarnya dari perusahaan sebelum sahamnya dilepas ke public.

Mengapa saya menamakan kalau book value dan earning per share adalah harga sebenarnya. Ya, karena nilai dari penghitungan keduanya hanya diambil dari data dalam laporan keuangan. Sama sekali tidak dihubungkan dengan harga pasarnya. Berbeda dengan kedua jenis harga di bawah.

Adapun rumus book value adalah dengan membagi ekuitas dengan jumlah saham yang beredar, sedangkan EPS diperoleh dengan membagi laba bersih dengan jumlah saham yang beredar juga. Maksudnya ‘beredar’ adalah yang sudah dilepas ke public dan diperdagangkan di bursa.

Jadi BV dan EPS itulah sebenarnya valuasi real harga saham perusahaan.

Hanya saja, ini baru valuasi secara data keuangan, belum yang lainnya, seperti valuasi dari goodwillnya dan lain sebagainya.

2. Harga Saham

Ini adalah harga yang tertera di bursa yang berubah setiap saat yang dipengaruhi oleh aktivitas pasar dan hukum ekonomi itu sendiri, yaitu demand and supply. Jadi naik turunnya harganya tergantung bagaimana para trader memasang harga jual dan belinya.

Baca Juga  Adanya Diskon Rokok Bikin Negara Rugi Rp 1,73 T

Dan dengan membandingkan harga pasar dan harga sebenarnya pada poin pertama di atas maka diketahuilah apakah saham tersebut murah atau mahal. Tentunya butuh analisis yang lebih mendalam lagi.

Rasio yang digunakan untuk menilai harga pasar ini adalah rasio PBV dan rasio PERSebenarnya ada banyak rasio untuk menilai valuasi saham, hanya saja oleh investor besar seperti Warren Buffett sekalipun hanya menggunakan 2 rasio ini.

Rumus menghitung PBV adalah dengan membagi harga saham dengan book value yang disebut di poin pertama di atas, sedangkan PER rumusnya adalah harga saham dibagi dengan EPS yang sudah disebut di atas.

Secara teori, saham dengan PBV 1,0 kali dianggap murah karena itu artinya antara harga pasar dengan nilai bukunya sama, dan bila kurang bisa dikatakan murah dan bila lebih dari 1,0 kali bisa dikatakan mahal.

Kenapa saya katakana ‘bisa’, kayak gak yakin gitu? Ya, karena valuasi PBV maupun PER tidak mesti harus dipahami seperti itu. Bisa saja PBV di atas 1 kali masih bisa dikatakan murah kalau histori nilai PBVnya memang biasa dihargai pasar lebih dari 1 kali. Contohnya saja saham consumer bahkan ada yang PBVnya selalu di atas 8 kali dan bahkan saat terjadi crash pada IHSG tetap seperti itu. Dan ini menandakan bahwa PBV di atas 1 kali tidak serta merta bisa dikatakan mahal. Untuk lebih lengkapnya, baca jenis harga saham yang ketiga di bawah.

Baca Juga  Yuk! Lebih Selektif Untuk Investasi Reksa Dana Sesuai Kebutuhan Jangka Waktu

Baik PBV maupun PER umumnya dinamakan juga dengan valuasi relatif karena keduanya tidak punya standar baku dan juga bukan final dari penilaian valuasi saham.

3. Harga Seharusnya

Ini biasa juga disebut dengan nilai intrinsic. Kalau pembahasan ini tentu akan sangat panjang ulasannya. Tapi kalau mau yang sederhana, cukup cari rata-rata dari histori valuasinya sebelumnya.

Histori valuasi maksudnya membandingkan valuasi saat ini dengan valuasi di beberapa tahun sebelumnya. Jumlahkan semua nilai valuasinya terus cari rata-ratanya maka akan tau berapa nilai seharusnya dari saham tersebut.

Contohnya, kita gunakan analisis valuasi untuk laporan keuangan tahunan. Anggap saja, deretan PBVnya seperti ini:

  • 2019 2 kali
  • 2018 1,5 kali
  • 2017 2,1 kali
  • 2016 1,8 kali
  • 2015 2,1 kali

Nah, kalau kita jumlahkan semua PBV di atas kemudian membagi sesuai jumlah tahunnya, maka hasilnya adalah 1,9 kali. Jadi rata-rata valuasi saham (anggaplah ini PBV saham LPIN, walau sebenarnya hanya karangan saja) tersebut adalah 1,9 kali dalam kurun waktu 5 tahun. Nah, ini bisa kita nilai sebagai patokan harga seharusnya dari LPIN.

Jadi pada tahap ini, kita tidak bisa bilang kalau PBV di atas 1 kali itu mahal dan di bawah 1 kali itu murah, atau PER di atas 10 itu mahal dan di bawah 10 kali murah. Jadi kalau dengan teori analisis histori valuasinya, maka bisa saja valuasi murah atau mahalnya PBV dan PER tiap saham berbeda-beda.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here