Perbedaan Forex Dan Saham – Belajar Forex

0
ilustrasi via kompasiana com
ilustrasi via kompasiana com

KabarUang.com , Jakarta – Saham dan forex adalah dua bentuk perdagangan di sektor keuangan yang sangat likuid. Bisa dilakukan di rumah karena kedua-duanya memberikan fasilitas transaksi online trading.


Saham dan forex adalah 2 dari sekian banyak produk investasi yang dapat digunakan masyarakat. Biasanya kedua produk ini dapat dipergunakan untuk sistem trading. Hal yang dimaksud dengan trading disini adalah memperjualbelikan saham dan forex dalam jangka waktu yang relatif pendek. Dengan harapan trader bisa mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual dan beli saham maupun forex tersebut.

Walaupun sekilas terlihat serupa, tetapi ada beberapa perbedaan antara trading saham dan trading forex. Mari kita bahas satu per satu perbedaan antara trading saham dan trading forex:  

1. Barang Yang Diperdagangkan

Dalam trading saham, produk yang diperdagangkan adalah surat berharga kepemilikan saham sebuah perusahaan. Sementara itu dalam trading forex produk yang diperdagangkan adalah kontrak harga mata uang sebuah negara dengan mata uang negara lainnya. Dalam trading forex Anda akan melihat perbandingan antara harga sebuah mata uang dengan mata uang lainnya, berbeda dengan trading saham dimana nilai saham sebuah perusahaan tidak dibandingkan dengan produk saham lainnya.

Baca Juga  Pemerintah Kini Tarik Investor KEK Dengan Tax Holiday

2. Jumlah Produk Yang Diperdagangkan

Dalam trading saham terdapat lebih dari 10.000 saham di seluruh dunia, sementara dalam trading forex tidak ada terlalu banyak pilihan. Seperti yang telah disebutkan pada poin pertama, dalam trading forex sebuah mata uang dibandingkan dengan mata uang lainnya. Misalnya Euro terhadap US Dollar atau yang biasa disebut EUR/USD. Hanya ada 4 pasangan produk yang biasa disebut major pairs. Pasangan ini merupakan mata uang yang dianggap paling kuat dan paling sering diperdagangkan dalam trading forex yaitu EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD, USD/CHF. Sementara terdapat 3 pasangan lain yang dinamakan commodity pairs yang pergerakannya cenderung berkolerasi positif dengan harga komoditi 1. Namun di samping pasangan-pasangan produk tadi terdapat juga beberapa pasangan lain. Hanya saja pilihan produknya tetap tidak sebanyak produk yang diperdagangkan dalam pasar saham.

Sedikitnya produk dalam trading forex bisa menjadi nilai positif dan sekaligus negatif. Positifnya adalah para trader tidak perlu pusing untuk memilih produk yang terlalu banyak seperti pada trading saham. Hanya saja negatifnya tidak banyak pilihan bagi para trader yang ingin bereksperimen dengan berbagai produk investasi.

3. Faktor Yang Mempengaruhi Analisis Teknikal

Dalam trading saham seorang trader harus menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan harga di pasar mulai dari yang terkecil. Dalam analisis teknikal trading saham, trader akan menganalisis mulai dari data terkecil seperti laporan keuangan perusahaan tersebut, kemudian sektor yang terkait perusahaan tersebut, baru kemudian trader saham menganalisis kondisi negara. Sementara dalam trading forex seorang trader tidak perlu menganalisis data perusahaan apapun. Karena perdagangannya langsung terkait dengan mata uang sebuah negara, maka data yang harus dianalisis adalah kondisi negara yang satu dan negara lainnya.

Baca Juga  Ini 5 Asuransi Investasi Terbaik: Central Asia, Simas, Equity

4. Fasilitas Short-Selling

Short selling adalah suatu cara yang digunakan dalam penjualan saham atau forex di mana investor/trader meminjam dana (on margin) untuk menjual saham yang belum dimiliki dengan harga tinggi. Harapannya investor/trader dapat membeli kembali dan mengembalikan pinjaman saham ke pialangnya pada saat saham turun. Dalam trading forex terdapat fasilitas short-selling, sementara dalam pasar saham Indonesia fasilitas short-selling. Sebenarnya short-selling terdapat pada bursa efek Amerika Serikat, hanya saja BEI (Bursa Efek Indonesia) melarang aturan short-selling karena pelaku short-selling dapat memicu turunnya IHSG. Mengapa?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, seorang investor/trader dapat menjual saham dengan meminjam dana untuk menjual saham atau forex yang belum dimiliki, jika harga saham atau forex turun maka investor/trader akan mendapat keuntungan. Sementara jika harga naik maka investor/trader akan merugi. Karena itu tidak jarang para investor/trader pelaku short-selling sering dituduh menyebar rumor palsu demi menurunkan harga pasar. Hal ini dikhawatirkan dapat merusak nilai IHSG yang sebenarnya.

Baca Juga  Menperin Ajak Pengusaha Taiwan Untuk Investasi di Sektor Otomotif

5. Fluktuasi Pasar

Perbedaan yang cukup signifikan terdapat pada fluktuasi pasar. Pasar forex memiliki fluktuasi yang lebih tinggi daripada pasar saham. Hal ini dipengaruhi oleh perbedaan kapitalisasi pasar. Pasar forex memiliki kapitalisasi pasar yang lebih besar daripada pasar saham. Misalnya jika Anda adalah seorang trader saham dengan modal Rp2 triliun. Dengan modal Rp2 triliun Anda sudah dapat membeli sebuah perusahaan secara penuh. Sementara dalam trading forex nilai Rp2 triliun bukanlah nilai yang terlalu besar jika dibandingkan dengan keseluruhan kapital yang diperdagangkan dalam pasar forex.

Trading saham dan trading forex memang sekilas terlihat serupa, nyatanya ada banyak perbedaan antara kedua jenis trading tersebut. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun ada sebuah persamaan dalam kedua trading tersebut. Anda perlu mempelajari lebih dalam mengenai kedua jenis trading ini agar dapat menemukan investasi mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan Anda karena keduanya memiliki karakter yang berbeda dalam proses investasinya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here