Kenaikan Minyak Dipicu Kekhawatiran Investor Terhadap Kekurangan Pasokan Global

0
ilustrasi via okezone ekonomi com
ilustrasi via okezone ekonomi com

KabarUang.com , Jakarta – Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan, setelah turun pada akhir pekan lalu. Kenaikan ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap kekurangan pasokan global.

Harga minyak mentah (crude oil) masih cenderung turun karena prospek ekonomi China yang tetap lemah, bahkan ketika data manufaktur membaik.

Pada hari ini Senin kemarin pukul 19:30 WIB, harga minyak mentah jenis brent turun 1,47% pada  harga US$ 60,98/barel. Sementara minyak jenis light sweet turun 1,02% pada harga US$ 55,43/barel. Sepanjang tahun ini brent yang menjadi acuan minyak Indonesia naik 13,38%, sedangkan light sweet yang menjadi acuan Amerika melonjak 21,9%.

Baca Juga  Ekonomi RI Semester I-2019 Dinyatakan Melambat Imbas Dari Pelemahan Perekonomian Global

Serangan pesawat tanpa awak ke fasilitas minyak utama Arab Saudi pada 14 September menghapus 5,7 juta barel produksi minyak mentah setiap hari. Jumlah tersebut menyumbang lebih dari setengah dari total produksi negara tersebut, atau lebih dari lima persen dari total dunia.

Analis mengatakan meskipun laporan berita menunjukkan Arab Saudi telah memulihkan sekitar 75 persen dari produksi minyak mentah yang hilang dalam serangan itu, kemungkinan serangan lain akan mendukung harga minyak.

Patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman November naik 0,55 dolar AS menjadi menetap pada 58,64 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, patokan global, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November bertambah 0,49 dolar AS menjadi ditutup pada 64,77 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Baca Juga  Rusia Sepakati Akan Perpanjang Kesepakatan OPEC 6-9 Bulan Mendatang

Pasar minyak melonjak hampir 20 persen pada Senin kemarin sebagai reaksi terhadap serangan 14 September, yang mengurangi separuh produksi Saudi dan memotong pasokan global sekitar lima persen. Namun harga sejak itu memangkas sebagian besar keuntungan karena jaminan dari kerajaan bahwa pihaknya akan mengembalikan produksi yang hilang pada akhir bulan ini.

Namun, harga telah mempertahankan premi risiko karena ketegangan geopolitik di wilayah tersebut meningkat dengan Amerika Serikat dan Arab Saudi menuduh Iran dibalik serangan tersebut. Teheran menyangkal keterlibatannya.

Baca Juga  Melek Internet, Warga Desa Merintis Bisnis Kopi Online

Harga minyak turun pada akhir pekan lalu, di tengah kekhawatiran baru atas perang perdagangan AS-Cina. Tetapi minyak berjangka masih membukukan kenaikan mingguan, dengan Brent menandai kenaikan mingguan terbesar sejak Januari, setelah serangan terhadap industri minyak Arab Saudi.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here