6 Tips Investasi Mata Uang Asing

0
ilustrasi via mommiesdaily com
ilustrasi via mommiesdaily com

KabarUang.com , Jakarta – Apakah Anda pernah terpikir untuk mengambil keuntungan dari valuta asing (valas) atau mata uang asing? Selain investasi emas (logam mulia), berinvestasi di valuta asing adalah salah satu jenis investasi yang tradisional. Salah satu mata uang asing atau valuta asing yang populer adalah Dollar Amerika Serikat (USD).

Bunga tabungan mata uang asing memang lebih rendah dibanding tabungan mata uang rupiah. Tapi investasi ini memiliki keuntungan yang tidak ada di tabungan biasa, seperti:

  • Dana untuk belajar ke luar negeri
  • Dana perjalanan ke luar negeri termasuk ibadah haji
  • Mempertahankan daya beli saat rupiah jatuh

Namun dari ketiga keuntungan itu, yang paling bisa dirasakan adalah keuntungan di poin tiga.

Contohnya adalah saat krisis moneter tahun 1997, rupiah anjlok. Nah, mereka yang bekerja di luar negeri mendapat keuntungan besar karena gaji mereka yang dolar menjadi berlipat-lipat nilanya saat ditukar ke rupiah.

Banyak sekali jenis investasi valuta asing, dari investasi tradisional (beli di bank pada harga rendah dan jual pada harga tinggi), investasi di perdagangan kontrak valuta asing (forex trading) dan jenis-jenis investasi valuta asing lainnya. Pada artikel ini, bahasan investasi adalah jenis investasi valas tradisional. Berikut ini 5 tips yang dapat Anda ikuti sebagaipemula dalam investasi valuta asing (valas).

Baca Juga  Lakukan 5 Tips Ini Untuk Jaga Tulang Tetap Sehat

1. Kurangi Risiko dengan Belajar Terlebih Dahulu

Valas adalah salah satu jenis investasi dengan risiko yang cukup tinggi, karena ada banyak variabel yang tidak dapat Anda kontrol. Nah jika Anda merasa masih pemula, sebaiknya sebelum berinvestasi di Valas, berinvestasilah pada pendidikan. Belajar dari orang yang ahli di bidang investasi valas. Salah satu ahli investasi di dunia, bernama Dr. Alexander Elder pernah menyarankan (dalam buku Trading for a Living): berinvestasilah dengan cara yang benar, jika Anda berinvestasi dengan benar maka keuntungan akan mengikuti Anda.

2. Perhatikan Kurs dan Biaya-Biaya

Sebelum Anda berinvestasi valas, Anda perlu mengetahui biaya-biaya yang ada saat Anda berinvestasi. Salah satunya adalah kurs atau harga jual beli. Banyak orang yang bingung membedakan antara harga jual dan beli. Jika Anda pergi ke bank atau money changer , Anda akan menemui daftar harga seperti berikut:

Baca Juga  Pasar Uang dan Valas, Pengertian, Perbedaan, Tugas, & Fungsi

Mata Uang : USD

Harga Beli : 13.265

Harga Jual : 13. 295 

Cara membaca tabel di atas, adalah cara membaca dari sisi bank atau money changer. Contoh harga beli artinya harga bank membeli USD (artinya bank mau membeli USD yang Anda miliki dengan harga Rp 13.265/dollar). Sebaliknya Harga jual artinya bank mau menjual USD di harga tersebut (artinya Anda dapat membeli USD dengan harga Rp 13.295 per dollar).

3.Beli di Tempat yang Resmi dan Terjamin

Beberapa waktu lalu banyak sekali kasus penipuan atau pemalsuan mata uang asing (valas). Jika Anda seorang pemula, sebaiknya Anda perlu ekstra berhati-hati. Mungkin Anda belum terbiasa untuk membedakan uang asli dan palsu. Salah satu cara adalah belilah ditempat-tempat yang sudah terjamin, misal bank dan money changer yang bersertifikat.

4. Cari Tahu Aturan Main

Tahukah Anda, bahwa bank tidak mau menerima atau mengurangi nilai jika uang Dollar Anda dalam keadaan tertekuk, lecek, warna kuning kusam atau sobek. Valas atau mata uang asing yang cacat secara fisik nilainya akan sangat berkurang. Anda perlu ekstra hati-hati dalam menyimpan mata uang asing. Anda dapat menyimpannya di bank atau safe deposit box (SDB). 

Baca Juga  Tips Berinvestasi Anak Wakil Presdir BCA

5.Tahu Kapan Beli dan Kapan Jual 

Harga valuta asing sangat tergantung dengan kondisi ekonomi makro Indonesia dan negara-negara bersangkutan. Anda perlu kemampuan untuk memahami berita-berita ekonomi, agar dapat menentukan waktu yang tepat untuk membeli dan menjual valas.

6. Nilai kurs cenderung fluktuatif

Kamu harus paham betul bahwa nilai kurs bisa naik dan turun secara tiba-tiba. Saat ini bisa saja kurs sedang bagus, tetapi kondisi bisa berubah beberapa menit kemudian. Cukup sulit memang  untuk menebak nilai kurs. Hal ini dibuktikan dengan adanya kasus krisis moneter pada tahun 1998.

Biasanya, nilai kurs ini dipengaruhi oleh perubahan bisnis, krisis dunia, kebijakan pemerintah, investor, dan lain-lain. Maka, kamu dituntut untuk cerdas dalam membaca tren agar bisa meraup untung.

Nah, itu dia beberapa hal yang harus kamu pahami dan ketahui tentang investasi tabungan dolar.

Investasi tabungan dolar juga relatif mudah dilakukan terutama buat kamu yang belum pernah investasi dan bisa menjadi batu loncatanmu juga untuk melakukan investasi yang lebih rumit seperti saham dan reksadana. 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here