5 Jenis-jenis Investasi

0

KabarUang.com, Jakarta – Investasi dilakukan untuk mendapat financial freedom di masa depan. Seperti yang kita ketahui, investasi bisa dilakukan dengan banyak cara. Hal ini karena investasi memiliki banyak jenisnya.

Ilustrasi via SeputarForex

Berikut ini jenis-jenis investasi :

Deposito berjangka

Jenis-jenis investasi yang pertama ialah deposito berjangka. Deposito berjangka ini adalah jenis investasi dengan tingkat bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan biasa. Disebut berjangka karena deposito ini memiliki tanggal jatuh tempo yang jelas dan sudah ditentukan sebelumnya.

Jadi, apabila anda mencairkan uang anda sebelum jatuh tempo, maka akan ada penalti yang harus and abayar. Namun, jika anda mencairkan pada saat jatuh tempo maka anda akan mendapatkan keuntungan yang besar tanpa harus membayar penalti.

Deposito berjangka ini akan semakin besar jika anda menyimpannya dalam jangka waktu yang lama. Hal ini karena bunganya akan terus berkembang seiring berjalannya waktu. Deposito memiliki risiko yang rendah dan terbilang aman.

Namun, deposito juga memiliki kelemahan yakni anda tidak bisa menyentuh uang anda dalam jangka waktu yang lama. Jadi, jika anda ingin investasi deposito berjangka, pastikan anda memiliki uang cadangan untuk kebutuhan mendesak.

Emas atau Logam mulia

Selanjutnya jenis investasi yang bisa anda lakukan adalah investasi emas atau logam mulia. Investasi ini sudah populer di kalangan masyarakat dari zaman dahulu hingga kini. Hal ini karena emas atau logam mulia terus mengalami kenaikan harga.

Baca Juga  3 Alternatif Pilihan Investasi Terpercaya Dengan Profit Harian

Namun, harga emas tetap bisa bergejolak dalam jangka pendek. Tapi, harganya cenderung stabil. Inilah yang menjadikan emas atau logam mulia dipilih sebagai bentuk investasi. Perlu anda perhatikan pula, apabila anda ingin investasi emas atau logam mulia, anda harus memiliki tempat yang aman untuk menyimpannya. Pilihan terbaik anda juga bisa menyimpan emas atau logam mulia di brankas bank.

Properti

Jenis investasi selanjutnya yakni investasi properti. Umumnya investasi properti dipilih karena nilai properti juga mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Jika anda memilih investasi properti setidaknya ada dua keuntungan yang bisa anda dapatkan.

Pertama, anda jual properti ketika harga properti sedang naik-naiknya. Hal ini dilakukan agar anda mendapatkan keuntungan yang cukup besar. Kedua, anda bisa menyewakan properti yang anda miliki. Dengan begini, anda memiliki passive income setiap bulannya tanpa harus repot bekerja. Namun, perlu anda perhatikan, anda juga butuh biaya perawatan. Seperti yang kita ketahui, properti bisa saja tiba-tiba mengalami kerusakan dan butuh perbaikan. Untuk itu, anda juga harus memiliki dana cadangan untuk dana perbaikan.

Baca Juga  Apa Yang Diserbu Oleh Milenials Ternyata Surat Utang Ritel

Selain itu, kelemahan dari investasi properti yakni anda tidak bisa menjualnya dengan cepat ketika anda butuh dana darurat. Hal ini karena biasanya menjual properti butuh waktu yang lama. Terlebih, investasi properti ini membutuhkan dana yang cukup besar di awal.

Saham

Selanjutnya jenis-jenis investasi lainnya adalah saham. Investasi saham bisa disebut sebagai investasi yang paling populer. Investasi ini biasanya berupa bentuk kepemilikan sebuah perusahaan. Jadi, pada intinya, apabila anda memiliki saham di suatu perusahaan, anda bisa mendapatkan keuntungan dari perusahaan tersebut.

Boleh dibilang, diantara banyak jenis investasi yang ada, investasi saham ini adalah investasi yang paling menguntungkan. Namun, investasi saham juga memiliki sifat yang lain seperti high risk, high return. Mengapa dikatakan berisiko tinggi karena harga saham ini bisa naik dan turun sangat drastis dalam jangka waktu yang cepat.

Investasi saham sendiri dibagi menjadi dua. Pertama, saham deviden. Kedua, saham pertumbuhan. Saham pertumbuhan bisa dikatakan sebagai saham di perusahaan yang berkembang pesat. Saham jenis ini penghasilannya tidak akan dibayarkan kepada investor. Hal ini karena saham pertumbuhan lebih mementingkan pendatapannya untuk mengembangkan bisnis. Maka dari itu, anda lebih baik menjual saham anda jika anda membutuhkan dana ketika anda investasi saham pertumbuhan.

Baca Juga  Dalam 4 Bulan Terakhir Harga Emas Berjangka Sentuh Level Terendah

Berbeda dengan saham deviden, saham ini bersifat sebaliknya. Perusahaan akan membayar para emegang saham dari pendapatan perusahaan. Maka, semakin banyak saham deviden yang anda miliki, semakin banyak pula penghasilan yang bisa anda dapatkan.

Peer-to-Peer Lending

Terakhir adalah jenis investasi peer-to-peer lending. Investasi ini disebut sebagai sebuah platform pinjaman dana dari investor yang nantinya akan diberikan kepada UKM yang menjadi borrower. Jadi, setiap investpr akan mendapatkan suku bunga kompetitif. Besarnya hampir 18% per tahun.

Investasi peer-to-peer lending memungkinkan investor memilih risiko mana yang sanggup ia hadapi. Mulai dari low risk, medium hingga high risk. Setiap tingkatan memiliki nilai kompetitifnya masing-masing.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here