3 Metode Penilaian Investasi

0

KabarUang.com, Jakarta – Kelayakan sebuah investasi bisa dilakukan dengan berbagai analisis. Biasanya penilaian ‘layak’ diberikan dengan membandingkan kecenderungan rata-rata industri sejenis. Ada beberapa metode penilaian investasi yang bisa digunakan untuk menentukan layak tidaknya suatu investasi yang akan di lakukan di perusahaan.

Ilustrasi via BicaraUang

Berbagai metode yang ada memiliki kelebihan serta kelemahannya masing-masing. Metode yang digunakan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan tiap-tiap perusahaan. Ada baiknya juga untuk menggunakan dua metode perusahaan sekaligus agar lebih meyakinkan.

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang investasi yang akan dilakukan. Sehingga keputusan untuk melakukan investasi bisa tertarget dan menghasilkan keuntungan yang diinginkan. Berikut ini beberapa metode penilaian investasi yang bisa anda gunakan :

1. Metode Net Present Value (NPV)

Metode penilaian investasi yang pertama adalah metode net present value (NPV). NPV ini bisa dikatakan sebagai selisih antara nilai sekarang dari investasi dengan nilai sekarang dari penerimaan uang kas di masa depan.

Dalam perhitungannya, dibutuhkan data-data mengenai perkiraan biaya operasi serta pemeliharaannya. Selain itu juga biaya investasi dan perkiraan keuntungan dari investasi yang anda rencnakan. Memilih keputusan menggunakan metode NPV memiliki dua kemungkinan.

Baca Juga  3 Cara Memulai Investasi Saham

Pertama, apabila selisih antara nilai saat ini dari arus kas lebih besar maa nilai NPV dinyatakan positif. Dalam arti lain, investasi layak untuk dilakukan. Kedua, selisih nilai saat ini dari arus kas dinyatakan lebih kecil yang artinya nilai NPV negatif. Maka, dalam arti lain, investasi ini tidak layak untuk dijalankan.

Kelebihan dalam menggunakan metode ini antara lain nilai waktu dari uang, sisa proyek, dan arus kas turut diperhitungkan selama investasi dijalankan. Kekurangannya ialah jika proyek memiliki nilai investasi dan jangka waktu yang berbeda, maka nilai VPN yang tinggi belum tentu menunjukkan investasi itu lebih baik. Selanjutnya, manajer keuangannya harus bisa menghitung tingkat biaya modal selama masa inves. Terakhir, kekayaan investasi bukan hanya dipengaruhi oleh besar kecilnya arus kas, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor usia investasi.

2. Metode Payback Period (PP)

Selanjutnya metode payback period adalah jenis manajer penilaian investasi yang digunakan untuk mengetahui kapan dana investasi yang dikeluarkan bisa kembali. Payback period ini mengukur lamanya dana investasi yang dikeluarkan pertama kali terbayar seluruhnya seperti di awal.

Dengan metode penilaian investasi paybcak period kita akan mengetahui berapa lama sebuah investasi itu bisa dikembalikan pada masa BEP (Break Even Point) atau titik impas. Perhitungan ini bisa dilakukan dengan menghitung waktu yang dibutuhkan ketika jumlah kas masuk sama dengan kas keluar.

Baca Juga  Antam Akan Gelar Lomba Marathon Peringati HUT Ke-51 Tahun, Hadiahnya Yakni Uang Tunai Sampai Logam Mulia

Jadi, bisa dikatakan bahwa investasi ini layak dijalankan ketika hasil payback period menunjukkan periode pengembalian yang lebih cepat. Namun, sebaliknya. Jika dana yang dikeluarkan membutuhkan waktu yang lama untuk kembali seperti semula, maka investasi tersebut dinyatakan tidak layak dijalankan.

Metode penilaian investasi payback digunakan hanya untuk memperoleh informasi tambahan mengenai kecepatan pengembalian dana yang akan diinvestasikan. Kelebihan menggunakan metode ini yakni payback period memberikan banyak informasi. Seperti kapan dana akan kembali dan jangka waktu BEP. Selain itu payback period bisa dijadikan alat pertimbangan sebuah risiko. Sedangkan kekurangannya ialah paybac period ini mengabaikan proceeds atau penerimaan investasi yang didapat setelah masa payback period. Selanjutnya, payback period tidak memperhitungkan nilai waktu dari uang serta tambahan value yang tersisa.

3. Metode Profitability Index (PI)

Terakhir adalah metode penilaian investasi profitability index (PI). Manajer penilaian investasi ini membandingkan nilai arus kas di masa mendatang dengan pengeluaran kas di masa sekarang. Protability juga dikenal dengan nama profit investment ratio (rasio laba investasi) dan value investment ratio (rasio investasi nilai).

Baca Juga  Naik Sebanyak 4 Poin, Kini IHSG Terus Melaju Di Zona Hijau

Mengukur layak atau tidaknya investasi dengan metode profitability ini bisa ditentukan apabila profitability indexnya lebih besar dari 1. Maka, investasi tersebut layak diambil. Semakin besar hasil angkanya, maka investasi tersebut semakin memberi keuntungan yang besar. Dalam kata lain, investasi tersebut sangat layak untuk dijalankan.

Kelebihan menggunakan metode profitability ialah metode ini memberikan informasi presentase arus kas di masa mendatang dengan kas di masa wal (cash initial). Selanjutnya profitability juga memperhitungkan biaya modal, semua arus kas serta memperhatikan nilai waktu dari uang (time value of money).

Selanjutnya, kekurangan metode ini yakni profitability menginformasikan soal return suatu proyek investasi. Kekurangan lainnya yakni tidak memiliki informasi tentang risiko investasi, tidak menginformasikan apakah investasi ini mmeberikan keuntungan atau tidak kepada perusahaan.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here