Tol Layang Japek II Terus Dilakukan Uji Coba Termasuk Uji Beban Sampai Akhir Oktober

0
Ilustrasi Tol Layang Japek II via detakpos com

KabarUang.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau yang disingkat dengan PUPR tengah melakukan uji beban pada proyek jalan tol layang Jakarta-Cikampek (Japek Elevated II). Uji beban yang meliputi uji statis dan juga dinamis.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga telah mengatakan, tahap uji beban pada proyek jalan tol layang Jakarta–Cikampek rampung pada akhir dari bulan Oktober 2019. Sehingga nantinya jalan tol layang terpanjang di Indonesia ini bisa beroperasi pada bulan November tahun 2019 mendatang.

“Uji beban seluruhnya selesai akhir Oktober nanti sebelum operasi. Insya Allah, November ini jalan tol sudah bisa dilalui,” ujarnya saat ditemui di Proyek tol layang Jakarta-Cikampek, Senin Malam seperti dikutip dari Okezone com.

Baca Juga  Penggunaan Angkutan Massal Lebih Diutamakan Untuk lebaran Tahun Depan

Menteri Basuki juga menambahkan, bahwa uji beban yang akan dilakukan sampai pada bulan oktober nanti meliputi dua hal. Pertama yakni uji statis dan uji dinamis.

Uji statis sendiri dilakukan dengan cara kendaraan berat ini yang berhenti di tengah-tengah jalan tol. Hal ini juga dilakukan untuk menguji seberapa statiskah grider dari konstruksi jalan tol Jakarta-Cikampek elevated II ini.

Sementara uji dinamis yaitu dilakukan dengan cara kendaraan berat dijalankan pada jalan tol. Akan tetapi jalannya kendaraan ditetapkan dalam kecepatan yang lambat.

Pada uji beban ini nantinya ada sekitar 16 truk yang bisa digunakan untuk melakukan uji statis dan juga dinamis. Masing-masing truk tersebut juga memiliki muatan 26 toon.

Baca Juga  Karawang Kena Kebocoran Minyak dan Gas, Pertamina Tampung Data Kerugian Masyarakat

“Kita seperti yang hari kami lalu malam ini sesuai dengan rencana melakukan uji beban baik dinamis maupun statis. Masing-masing 26 ton. Ada 16 truk,” ucapnya seperti dikutip dari Okezone com.

Dari hasil uji beban hari pertama sendiri dapat dinilai atau dinyatakan sangat bagus karena girder atau struktur yang dilakukan uji beban ini kaku. Menurut pendapatnya, semakin kaku strukturnya maka akan semakin bagus juga.

Jika uji beban ini lancar, maka tol Jakarta Cikampek ini pasti akan segera mendapatkan sertifikat laik fungsi (SLF) dari Kementerian PUPR. Sehingga pada bulan November tahun 2019 nanti, ruas tol ini bisa segera dilewati oleh kendaraan.

Baca Juga  Panel Surya Terbesar Di Gurun Pasir Dibangun UEA

“Hasilnya ini baru satu tipikal 37 km akan dicari ruas ruas unit apakah panjang 120 apakah grider I 120. Misalnya bentang 75 meter hasilnya tadi pertama dari segi kelenturan lebih kaku. Secara umum ruas ini safe,” jelasnya seperti dikutip dari Okezone com.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here