Sulitnya Akses Internet di Perbatasan Membuat Layanan WiFi Jadi Barang Mahal

0

KabarUang.com, Jakarta – Internet bukanlah barang yang mahal bagi warga Jabotabek, itu sudah seperti udara yang mereka peroleh setiap hari. Namun, berbeda dengan warga perbatan, mereka menganggap internet adalah barang malah karena sulit diakses. Itulah yang menyebabkan layanan WiFi sangat mahal harganya.

Ilustrasi via Arrowmotel.co

Mahalnya harga sewa WiFi ini disebabkan oleh internet yang diperoleh berasal dari internet yang dotembakkan dari satelit. Berbeda dengan kawasan Jabotabek yang internetnya diperoleh dari gelaran kabel serat optik. Dilansir dari bisnis.com yang sudah melakukan survey, akses internet di sekitaran SMA 01 Krayan, Kabupaten Tarakan, Kalimantan Utara, sinyal internet disana tidak ada. Bahkan, untuk provider sekelas telkomsel.

Baca Juga  Sekarang Kepala Desainer Yang Pergi Dari Apple Setelah Ditinggal Steve Jobs

Namun, di sekitaran SMA 01 masih bisa mendapatkan akses internet sebesar 12 Mbps. Hal ini pun terjadi berkat program yang dilakukan oleh Badan Aksesbilitasi Telekomunikasi dan Informasi (Bakti), yang menyalurkan internet ke sekolah dan puskesmas untuk daerah 3T (terluar, terdepan dan tertinggal).

Di daerah Krayan sendiri, kondisi sinyal internet sangat buruk. Hal ini dikarenakan Krayan bukanlah daerah perkotaan, melainkan daerah perbatasan. Jadi, satu – satunya cara yang bisa dilakukan untuk mengakses internet adalah membeli kuota dari warung WiFi atau para penyedia penginapa yang bekerja sama dengan Ubiqu, sebuah perusahaan internet satelit.

Baca Juga  Passpod Sedang Incar Pendapatan Yang Tumbuh 209,78%

Perlu diketahui, harga untuk mengakses layanan internet di pedalaman sangat mahal. Hal ini karena pengelola penginapan menawarkan harga yang cukup fantastis. Layanan WiFi dipatok dengan harga Rp 20.000 untuk kuota 120 MB. Kuota 250 MB dibandrol dengan harga Rp 30.000. Selanjutnya kuota untuk 1 GB dibandrol dengan harga Rp 120.000.

Lestari, salah seorang pemilik warung WiFi dan penginapan di Krayan mengatakan bahwa dirinya bisa mengantongi sekitar Rp 50.000 dalam sehari dari bisnis sewa WiFi. Hal ini belum termasuk penginapannya. Sebab, jika ada yang menginap biasanya pelanggannya haus akan internet dan membuat dia mendapatkan untung lebih banyak lagi.

Baca Juga  Ini Dia Inovasi Baru Earphone Bisa Tahan Walau Hujan Menerpa

“Sehari bisa Rp 500.000, karena kan memakai satelit, jadi mahal ya, selain itu kalau cuaca lagi hujan besar, tidak ada sinyal biasanya,”ungkap Lestari, Sabtu (31/8).

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here