Satgas Temukan Ratusan Fintech Ilegal

0

KabarUang.com, Jakarta – Satgas Waspada Investasi menemukan ratusan financial technology (fintech) penyalur pinjangan (lending) dinyatakan ilegal. Jumlahnya yakni sebanyak 123 fintech. Bahkan terdapat sebanyak 30 usaha gadai yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu ada 49 entitas penawaran investasi yang belum memiliki surat izin.

Ilustrasi Satgas Waspada Investasi via jarrakpos com

Ketua Satgas Waspada Investigasi Tongam Tobing mengatakan bahwa keberadaan fintech lending ilegal ini jumlahnya banyak dan sangat mengkhawatirkan. Mereka tersebar di internet dan aplikasi telepon genggam. Jumlahnya masih tetap banyak meski pihak satgas sudah meminta Kementrian Komunikasi dan Informasi untuk memblokirnya.

“Jadi kami mengharapkan masyarakat lebih jeli sebelum memutuskan untuk melakukan pinjaman secara online dengan melihat apakah fintech lending tersebut telah terdaftar di OJK atau belum,”ujar Tongam mewanti-wanti, Jumat (6/9) dilansir republikaonline.com.

Baca Juga  Dolar Buat Harga Emas Berjangka Berkilau

Beliau mengatakan bahwa pihaknya secara rutin akan terus melakukan pencarian fintech – fintech ilegal yang bereda di internet dan media sosial. Nanti, pihaknya yang akan mengajukan temuan fintech lending ilegal untuk diblokir kepada Kementrian Kominfo.

Pihak Satgas juga sudah meminta kepada perbankan untuk menolak pembukaan rekening tanpa ada rekomendasi dari OJK. Selain itu juga, harus melakukan konfirmasi kepada OJK untuk rekening eksisting yang diduga digunakan untuk kegiatan fintech lending ilegal.

Baca Juga  Milenial Terancam Tak Punya Rumah Karena Harga Kian Melonjak Naik

Selain itu, Satgas juga sudah meminta pihak BI melarang fintech payment system memfasilitasi fintech lending ilegal. Jangan lupa untuk selalu menyampaikan laporan informasi kepada Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum.

Sebelumnya pada tanggal 2 Agustus 2019, Satgas Waspada Investasi menemukan 143 entitas fintech lending ilegal. Namun, dalam perkembangan pencariannya terdapat tigas entitas yang membuktikan bahwa kegiatannya bukan merupakan dintech lending. Diantaranya adalah Koperasi Syariah 212, PT Laku6 Online Indonesia serta PT Digital Dana Technology sehingga dilakukannya normalisasi atas apa yang sudah diblokir.

Totalnya ada 946 entitas selama periose awal 2019 hingga September. Sedangkan pada periode awal 2018 hingga September 2019 terdapat sebanyak 1350 entitas. Selain itu, sebanyak 30 usaha gadai ditemukan berdiri tanpa izin.

Baca Juga  Harga Tiket Pesawat Yang Mahal, Mengakibatkan Pergerakan Penerbangan Tidak Stabil

Berdasarkan catatan yang ada, saat ini di wilayah Jabotabek dan sekitarnya terdapat 30 kegiatan usaha gadai swasta dengan 57 outlet yang belum melakukan pendaftaran atau erizinan ke OJK. Namun karena sudah melakukan kegiatan usaha, maka kegiatan yang dilakukan masih dikategorikan ilegal.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here