Penyaluran KPR Ternyata Capai 5,57 Triliun Kata Kementerian PUPR

0
Ilustrasi Kantor Kementerian PUPR via mediahukumindonesia wordpress com

KabarUang.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau yang disingkat dengan PUPR telah mencatat penyaluran KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sampai tanggal 17 September 2019 mencapai sekitar Rp5,57 triliun.

Hal ini juga disampaikan oleh Menteri Basuki Hadimuljono dalam sambutannya yang sudah dibacakan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Konstruksi Kementerian PUPR yakni Syarif Burhanuddin.

“Hingga 17 September 2019, dana KPR FLPP yang telah tersalurkan senilai Rp5,57 triliun bagi 57.949 unit rumah atau sebesar 78,5% dari dana FLPP tahun 2019 sebesar Rp7,1 triliun untuk 68 ribu unit rumah,” ujarnya, Sabtu (28/9/2019) seperti dikutip dari Okezone com.

Baca Juga  PT Pertamina Pastikan Telah Hentikan Impor Solar dan Avtur Untuk Tahun 2019

Menurut pendapatnya, pemerintah itu tidak hanya mementingkan kuantitas rumah, tapi juga mendorong pengembang dan juga perbankan serta stakeholder lainnya mengutamakan kualitas dalam program subsidi rumah.

Kementerian PUPR sendiri juga tengah melakukan pemantauan kualitas rumah subsidi sesuai dengan standar yang ditetapkanm, ataupun pendataan pengembang rumah subsidi.

Basuki meminta asosiasi pengembang perumahan untuk mendorong anggotanya melakukan pendaftaran dan juga pemutakhiran data di Sistem Registrasi Pengembang (Sireng) yang dikembangkan oleh Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR. Sampai pada saat ini, sebanyak 12.802 pengembang telah terdaftar di Sireng Kementerian PUPR yang terbagi ke dalam ada sebanyak 18 asosiasi pengembang.

Baca Juga  Memanas, China-AS Kini Saling Balas Persoalan Tarif Impor

Selain meningkatkan pengawasan kualitas rumah subsidi, pemerintah juga ini akan terus melakukan pengawasan kepatuhan penghunian rumah subsidi yang telah dibeli oleh masyarakat. Hal ini juga bisa untuk memastikan penyaluran FLPP bahwa sudah tepat sasaran yakni bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan rumah sebagai tempat tinggal, bukan untuk investasi.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here