Pemerintah Terus Genjot Ekspor Komoditas Pertanian

0

KabarUang.com, Jakarta – Kementrian Pertanian (Kementan) melalui berbagai perangkat pemerintah terus genjot ekspor pertanian untuk berbagai komoditas. Salah satunya komoditas hortikultura. Misalnya saja komoditas sayuran dari Kabupaten Bandung yang menjadi pemasok andalan ke negara Singapura.

Ilustrasi via Bisnis

“Pasar peoduk pertanian khususnya berupa sayuran dan buah-buahan sangat terbuka luas di Singapura,”ungkap Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan, Ali Jamil saat melepas ekspor di Gudang PT Gapura Angkasa, Tangerang, Banten, dilansir republika.co.id.

Beliau mengatakan bahwa pemerintah tengah berupaya membuka ekspor tanaman hias ke berbagai negara di seluruh dunia. Diantaranya yakni tanaman ekspor hias yang saat ini sudah menembus pasar Belanda.

“Kemudian ada juga beberapa jensi komoditas lainnya yang sudah diekspor ke Cina dan negara-negara lain di kawasan Asia, Eropa serta Amerika Serikat (AS). Adapun jenis yang sering dikirim adalah selasa air, jamur, bunci, lobak, bit, labu siam, waluh lokal dan kentang,”ungkapnya.

Baca Juga  Menlu Dorong Kerjasama Ekonomi Konkret Senilai Rp 250 Juta Dolar AS di Senegal

Ali mengatakan semua bahan komoditas itu akan dikirim dari berbagai daerah Provinsi Jawa Barat, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Indonesia bagian Timur lainnya. Untuk saat ini, beberapa komoditas yang sudah dikirim pada bulan ini antara lain adalah buah mangga sebanyak 1,6 ton, bibit tanaman hias sebanyak 141,3 ribu batang. Selain itu ada Sarang Burung Walet (SBW) sebanyak 51,5 kilogram, telur Hatching Eggs (HE) sebanyak 60,5 ribu butir serta ular jali sebanyak 1.000 ekor.

“Total nilai ekonomi ekspor peoduk pertanian yang diekspor kali ini sebesar Rp 2,2 miliar,”ungkapnya.

Baca Juga  Stok Impor Berkurang, Harga Bawang Bombai Melejit

Sementara itu, khusus ntuk pengiriman produk hortikultura pemerintah sudah membuat ruter untuk pengirimannya. Hasilnya melalui Bandar Udara Soekarno Hatta dan Pelabuhan Laut Tanjung Priok. Pengggunaan di dua lokasi ini sengaja dibuat untuk menyesuaikan tingkat ketahanan masing-masing komoditas yang akan diekspor.

“Ekspor sayuran ini semakin membuktikan bahwa pemerintah berkomitmen meningkatkan prosuksi dan kualitas komoditas sayuran. Tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, namun snaggup mengisi pasar luar negeri,”jelasnya.

Balai Karantina Pertanian sendiri saat ini menggagas program Agro Gemilang untuk meningkatkan kualitas barang dan membuka keran ekspor. Program ini tidak hanya akan fokus pada pendampingan teknis, tapi juga eduskasi pada calon eksportir baru. Nantinya mereka bisa menggunakan aplikasi i-MACE.

Baca Juga  Jokowi Khawatir Soal Krisis Pangan Dunia, Apakah Indonesia Juga ?

“Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, kita harus fokus untuk mendorong ekspor. Inovasi dan terobosan perkarantinaan ditujukan untuk percepatan layanan dan juga fungsi fasilitator,”tambahnya.

Ali mengatakan saat ini Badan Karantina juga terus melakukan pendampingan pada petani maupun rumah kemas yang ada di seluruh daerah. Hal ini dilakukan untuk memenuhi standar bebas hama sesuai syarat dari negara tujuan.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here