Pemerintah Perkirakan Akan Mendapat Penerimaan Cukai Rp179 T

0
ilustrasi komunitaskretek or id
ilustrasi komunitaskretek or id

KabarUang.com , Jakarta – Setelah menaikkan tarif cukai rokok hingga 23% serta harga jual eceran rokok menjadi 35%, Pemerintah memperkirakan akan mendapat penerimaan cukai sebesar Rp179 triliun.

“Penerimaan diperkirakan untuk tahun depan Rp179 triliun. Yang selama ini juga sudah ada dalam RUU APBN dan kemarin sudah dibahas dengan DPR untuk total penerimaan, kita pastikan bisa diamankan,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani di halaman Istana Negara, Jakarta.

Baca Juga  Ini Dia Maskapai Murah Yang Ada di Bandara Soekarno-Hatta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla telah memimpin rapat terbatas internal bersama beberapa menteri bidang ekonomi. Dalam penetapan kenaikan tarif cukai rokok itu, Menkeu menjelaskan pemerintah memerhatikan sejumlah pertimbangan antara lain tren kenaikan konsumsi rokok, pengaturan industri dan penerimaan negara.

Kenaikan tarif cukai diharapkan dapat menekan tren kenaikan konsumsi rokok, kata Sri Mulyani. “Jumlah prevalensi mereka yang menghisap rokok meningkat, baik itu dari sisi perempuan terutama, dan untuk anak-anak dan remaja naik dari 7% menjadi 9%. Lalu perempuan naik yang tadinya hanya 2,5% menjadi 4,8%,” kata Sri Mulyani.

Baca Juga  BKPM Katakan Regulasi Daerah Menghambat Kemudahan Investasi

Terkait kenaikan tarif cukai sebesar 23% dan kenaikan harga jual eceran sebesar 35% akan dijelaskan lebih lanjut dalam peraturan menteri keuangan.

Pemerintah memutuskan kenaikan tarif cukai tersebut akan berlaku pada awal 2020. Dalam RUU APBN Tahun Anggaran 2020, pendapatan cukai direncanakan sebesar Rp179,2 triliun.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here