Menteri Amran Disebut Belum Swasembada Pangan, Pakar Bilang Itu Anggapan yang Salah

0

KabarUang.com, Jakarta – Anggapan yang mengatakan bahwa Indonesia belum mencapai swasemada pangan adalah anggapan yang salah menurut pakar. Hal ini dikarenakan, Indonesia sendiri sudah cukup mencapai hasil yang baik.

Ilustrasi via Kumparan

“Bicara swasembada, kadaulatan, ketahanan, kebutuhan, stabilisasi pangan itu semua harus dipisahkan analisisnya. Jangan disatukan, dicampur,”ungkap pakar pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Profesor Luthfi Fatah, pada Kamis (5/9) dilansir sindonews.com.

Dia berpendapat bahwa era Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman ini sudah mencapai hasilnya. Dia mencontohkan bahwa komoditas beras surplus di tahun 2018. Oleh karena itu, Luthfi mengatakan bahwa surplusnya beras adalah salah satu tanda keberhasilan Menteri Amran melakukan swasembad apangan. Sebab hasilnya inibisa diatas target yang ditetapkan.

Baca Juga  Alsintan, Cara Kementan Pikat Milenial untuk Bertani

“Indonesia kan bisa swasembada beras. Di atas rata-rata dibuat Amran. Bahkan jumlahnya lebih besar dibandingkan yang terjadi tahun 1984 dengan penduduk lebih banyak juga sekarang,”tambahnya.

Lalu, soal kedaulatan pangan, Dia mengatakan bahwa peningkatan ekspor komoditas selama jabatan Amran Sulaiman menunjukkan bahwa Indonesia telah berdaulat pangan. Hal ini karena produk pertanian Indonesia sudah bisa memenuhi kebutuhan dunia.

“Lalu kenapa masih kurang kebutuhan pangan di pasaran, masih impor, itu berbeda bicaranya. Itu menyangkut apakah hasil pertanian kita yang surplus bisa memenuhi permintaan pasar supaya harga stabil. Itu analisis yang lain di luar swasembada,”ungkap Luthfi.

Baca Juga  Kawasan Hortikultura Dikembangkan Demi Dorong Ekspor Pertanian

Sebelumnya hal ini diungkapkan ketika diskusi yang digelar sebuah ormas. Pada diskusi ini, Menteri Amran disebut belum mencapai swasembada pangan selama era reformasi. Bukan hanya itu, pertanian sekarag belum berhasil menciptakan kedaulatan serta ketahanan pangan di Indonesia.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here