Mafia Pangan Serang Mentan dengan Isu Negatif

0

KabarUang.com, Jakarta – Pengamat Ekonomi Politik Ichsanudin Noorsy mengatakan bahwa Menteri Amran Sulaiman dengan isu negatif. Isu yang tersebar mengatakan bahwa Amran tidak mengizinkan petani untuk tidur. Menurut Noorsy isu ini memang sengaja dikirimkan melalui berbagai cara oleh pihak-pihak yang memang tidak menyukai kebijakan dari Menteri Amran.

Ilustrasi rmol.com

“Pertarungan Amran adalah pertarungan melawan mafia pangan. Banyak mafia pangan tidak suka Amran. Mereka melakukan apa saja untuk bisa menyerang personal Amran,”ungkapnya, pada Jumat (6/9) dilansir republikaonline.com.

Baca Juga  Garut Genjot Ekspor Komoditas Tanaman Obat

Saat ini banyak pemberitahuan di media yang menyebutkan bahwa Menteri Amran meminta agar petani tidak pernah tidur, dia harus bekerja selama 24 jam. Saat itu, Menteri Amran sedang melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan dan sedang berdialog dengan Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) yang ada disana.

Pada kunjungan itu, Mentan sekaligus menyampaikan bahwa akan mendistribusikan ekskavator serta mendorong pemanfaatan lahan rawa untuk pertania guna memacu produktivitas petani. Pihak Kementan juga menegaskan bahwa ucapan Menteri Amran saat itu bukan bermaksud tidak memperbolehkan petani untuk tidur dan terus bekerja. Namun, meminta agar petani lebih produktif dan tetap menjalankan layanan di sektor pertanian.

Baca Juga  Petani di Lombok Masih Bergantung pada Tembakau Meski Permintaan Pasar Menurun

Selain itu pula, maksudnya adalah jangan menyia-nyiakan alat mesin pertanian yang sudah didistribusikan. Beliau juga mengimbau agar alat mesin pertanian bisa dikelola secara optimal. Dalam hal ini penggunaanya harus bisa meningkatkan produktivitas.

Menanggapi kasus ini, Noorsy mengatakan masih adanya kabar yang tidak diklarifikasi secara mendalam sehingga banyak terjadinya serangan yang diterima Menteri Amran. “Seharusnya segala informasi diklarifikasi dulu apa benar atau tidak maksudnya. Jangan sampai salah atau malahan jadi hoaks. Nanti menguntungkan mafia pangan,”jelas Noorsy.

Baca Juga  Gapki : Produksi Sawit Tahun 2020 Menurun
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here