Levita Ginting Supit Ungkapkan Bisnis Waralaba Akan Naik 5% Tahun Ini

0
ilustrasi via sindonews com
ilustrasi via sindonews com

KabarUang.com , Jakarta – Akibat tahun politik, berbagai bisnis mengalami penurunan termasuk bisnis waralaba. Kendati demikian, bisnis tersebut diyakini akan mampu pulih kembali dan bisa tumbuh hingga sekitar 5 persen pada tahun ini.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) Levita Ginting Supit.

“Kami akui akibat tahun politik, semua bisnis mengalami penurunan. Yang tadinya mau kembangkan usaha ditundadulu sampai pemerintah baru terpilih. Makanya mudah-mudahan tahun ini (tumbuh) bisa lebih dari 5 persen,” katanya di Jakarta.

Baca Juga  Kebijakan Pemerintah 5 Tahun Terakhir Kurangi Kesenjangan Masyarakat, Berikut Pendapat Mahasiwa

Levita menuturkan pada 2018 pertumbuhan bisnis waralaba mencapai sekitar 3 persen. Meski di awal 2019 sempat dibayangi ketidakpastian karena situasi politik di Tanah Air, ia meyakini pertumbuhannya bisa lebih baik.

“Begitu selesai politik, bisnis itu kelihatan mulai tumbuh lagi. Yang dari luar negeri, yang tadinya hold (menunda) juga mereka mau masuk lagi,” imbuhnya.

Levita menambahkan, faktor lain yang ikut mendongkrak pertumbuhan bisnis waralaba adalah membaiknya infrastruktur dasar di sejumlah wilayah di Indonesia.

Baca Juga  Beli BBM Kemudian Dijual Lagi Kini Akan Dikenakan Denda Sebesar Rp30 Miliar

Menurut dia, sebelumnya bisnis waralaba enggan berkembang ke sejumlah pelosok negeri karena terkendala minimnya infrastruktur. Masalah seperti pengantaran produk yang lama hingga keamanan membayangi pengembangan bisnis waralaba di daerah.

 “Sekarang infrastruktur sudah sampai ke pelosok-pelosok sehingga pengusaha lebih bersemangat membuka franchise di daerah-daerah mereka. Jadi kehadiran infrastruktur ini bisa dimanfaatkan pengusaha waralaba,” ujarnya.

Meski belum ada data rinci, secara kasar terdapat 2.000 an merek waralaba di Indonesia di mana 60 persennya merupakan waralaba lokal. Sekitar 40 persen bisnis waralaba di Indonesia didominasi bisnis makanan dan minuman (food and beverages/F&B). Ada pun pada 2018, bisnis waralaba mencatatkan omzet sebesar Rp 150 triliun.

Baca Juga  Menteri Rini Lakukan Perombakan Komisaris dan Direksi BUMN
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here