Klinik Terancam Tutup Akibat Naiknya Iuran BPJS

0

KabarUang.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal Asosiasi Klinik Indonesia Rizal mengeluhkan soal kenaikan iuran BPJS. Dia mengatakan bahwa imbasnya pasien BPJS Kesehatan akan berobat ke puskesmas yang berimbas pada menurunnya pengguna klinik.

Ilustrasi Tempo

“Tapi kalau ini berjalan terus, klinik akan tutup, dan defisit juga akan besar. Kenapa? Karena setiap dokter puskesmas setiap dia enggak mampu, langsung kasih rujukan ke rumah sakit,”ungkap Rizal di Kantor Ombudsman, Jakarta, Kamis (12/9) dilansir bisnis.com.

Oleh karena itu, dia mengusulkan fungsi puskesmas harus dikembalikan seperti dulu. Digunakan untuk promotif dan preventif. Di samping itu, dia melihat nasib puskesmas yang berbeda dengan klinik. Sebab, puskesmas sudah mendapat prasarana lengkap dari pemerintah, sedangkan klinik tidak.

Baca Juga  [Infografik] Data Beban Berat Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan 100 Persen

“Mereka enggak dibayar Rp 8.000 pun enggak masalah. Akhirnya semua dokter ke puskesmas, sudah dapat gaji, dapat lagi dari pasien BPJS,”ungkapnya.

Di sisi lain, Rizal mengatakan defisit yang terjadi di BPJS itu dipengaruhi juga oleh Puskesmas. Sebab setiap pasien yang datang kesana bisa dengan mudah dirujuk ke rumah sakit. Nah, dari sanalah biaya membengkak. Sementara, kalau pasien BPJS berobat ke klinik, mereka tidak bisa merujuk langsung ke rumah sakit.

“Bisa dikejar oleh BPJS dan nilai kita akan berkurang, kapitasi kita berkurang,”tuturnya. Imbasnya kalau kapitasi berkurang maka klinik juga tidak bisa berjalan.

Baca Juga  Punya Penyakit Asam Urat? Coba Redakan Dengan 7 Makanan Ini

Saat ini bayaran dari BPJS Kesehatan kepada klinik adalah Rp 10.000 per pasien dan dihitung per kapita. Besaran ini belum sesuai dengan biaya yang harus dikeluarkan klinik. Belum lagi saat ini memang puskesmas kerap kali menjadi pilihan pasien ketimbang klinik. Karena itu, Rizal berharap puskesmas kembali ke fungsinya untuk menjamin kesehatan masyarakat dan mencegah dari penyakit.

“Belum kami minta bagian juga yam tapi lebih baik puskesmas dikembalikan ke asalnya. Jadi pemerintah juga tidak akan terjadi defisit besar,”paparnya.

Baca Juga  Menhub Rencanakan Ojol Dapat Asuransi

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo sudah memastikan premi iuran untuk peserta mandiri BPJS kelas I dan II akan naik mulai 1 Januari 2020. Dia mengatakan kebijakan tersebut akan diatur dalam peraturan presiden.

“Kami akan sosialisasikan dulu kepada masyarakat,”ungkapnya saat rapat dengan Komisi IX dan XI DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here