Kemenhub Buka Opsi Perluas Pangsa Pasar Penerbangan International

0
ilustrasi via id wikipedia org
ilustrasi via id wikipedia org

KabarUang.com , Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka opsi akan memerluas pangsa pasar rute penerbangan internasional. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan hal tersebut akan dimaksimalkan melalui penambahan slot penerbangan di bandara internasional yang dimiliki Indonesia.

Terlebih, menurut Budi berkaca pada 2018 pertumbuhan jumlah penumpang maskapai asing yang beroperasi di Indonesia cukup baik. “Tercatat di tahun 2018 terdapat peningkatan jumlah rute yang dilayani oleh Badan Usaha Angkutan Udara dan Perusahaan Angkutan Udara Asing sebesar 11 persen pertahun,” kata Budi di Jakarta.

Dengan begitu, Budi menilai perkembangan kapasitas angkutan udara dari tahun ke tahun menunjukkan tren yang sangat baik. Budi menambahkan, peningkatan jumlah rute maskapai asing juga menunjukkan industri penerbangan masih sangat menjanjikan.

Baca Juga  Tak Mau Kalah Dengan Uang Digital Lain, Whatsapp Buka Whatsapp Pay di Indonesia

Budi menuturkan permintaan penerbangan internasional menuju Jakarta dan Bali sangat banyak sehingga perluasan pangsa pasar juga harus dinikmati mskapai nasional. Budi mengatakan pemerintah ingin konektivitas internasional dinikmati maskapai dalam negeri juga dengan ruang besar.

Dia menambahkan saat ini maskapai Eropa seperti Rusia dan Ceko berminat untuk membuka penerbangan ke Bali. Hanya saja, Budi menginginkan pangsa pasar internasional tersebut juga bisa dinikmati oleh maskapai dalam negeri agar pertumbuhan industri penerbangan dapat meningkat.

Baca Juga  Kemenhub-PUPR Mulai Tingkatkan Kualitas Akses Wisata Danau Toba

“Kami tingkatkan kapasitas sekarang ada 34 penerbanhan perham akan jd 45 penerbanhan. Ada ruang tambahan, maskapai asing dan dalma negeri silkaan ajukan, turis Cina dan India sangat progresif,” ujar Budi.

Budi nengatakan tahun alu tercat sebanyak 101 juta penumpang dalam negeri dan 36 juta penumpang penerbangan luar negeri berhasil diangkut. Meski diprediksi akan mencapai sembilan persen, namun Budi optimistis pada tahun ini akan tetap ada peningkatan jumlah penumpang pesawat dalm negeri dan internasional yang dialami maskapai nasional.

Baca Juga  Nilai Brand Bank di Dunia Menurun, Tapi China dan Amerika Masih Menjadi Top 10

“Tren pertumbuhan penumpang akan terus mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan kapasitas bandar udara dan fasilitas penerbangan serta di dorong oleh peningkatan ekonomi dari masyarakat. Dimana pertumbuhan penumpang secara total diproyeksi akan mengalami peningkatan hingga sembilan per tahun,” jelas Budi.

Saat ini pelayanan penerbangan niaga berjadwal untuk rute dalam negeri dilayani oleh 12 Badan Usaha Angkutan Udara Niaga berjadwal. Pemerintah tetap mempertimbangkan aspek perlindungan konsumen dan keberlangsungan udaha berupa perlindungan badan usaha angkutan udara dari persaingan usaha tidak sehat.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here