Iuran Dinyatakan Naik Jadi Jaminan BPJS Kesehatan Tidak Lagi Defisit?

0
Ilustrasi BPJS via fajar co id

KabarUang.com, Jakarta – Iuran BPJS Kesehatan dinaikan pada tahun 2020. Iuran peserta kelas I menjadi sebesar Rp160.000 dari tadinya hanya Rp80.000 per bulan. Kemudian kelas II menjadi dikisaran Rp110.000 dari sebelumnya Rp59.000 per bulan.

Akan tetapi, kenaikan iuran tersebut juga dinilai tidak akan menyelesaikan akar permasalahan terkait defisit BPJS Kesehatan pada saat ini. Yang dimana defisit BPJS Kesehatan diperkirakan telah mencapai Rp32,8 triliun. Angka ini melebar dari proyeksi awal yang sebesar Rp28 triliun.

Baca Juga  Investor Tengah Cermati Uni Eropa, Indeks Dolar AS Dinyatakan Menguat

Peneliti Indonesia for Global Justice (IGJ) yakni Muhammad Teguh Maulana menilai sejak awal program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tersebut juga dicanangkan, model pembiayaan yang dipilih berpotensi untuk mengalami kerugian yang besar.

Untuk itu, ujar dia, seharusnya pemerintah kembali meninjau ulang model pembiayaan JKN, khususnya BPJS Kesehatan yang pada saat ini menggunakan sistem iuran atau pembayaran premi asuransi.

“Akar permasalahan defisit BPJS Kesehatan sendiri tidak pernah diselesaikan,” kata Teguh Maulana seperti dikutip dari Okezone com.

Baca Juga  Jadi Pelarian Investasi, Harga Emas Berjangka Mulai Naik Tajam

Sementara itu, DPR RI juga mulai mendesak pemerintah untuk bisa segera memperbaiki Data Terpadu Kesejahteraan Sosial sebagai basis dari Data Terpadu penentuan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Program JKN.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here