Ini Dia Sederet Fakta Mengenai Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

0
Ilustrasi BPJS via kastara id

KabarUang.com, Jakarta – Iuran peserta BPJS Kesehatan sudah diputuskan naik pada tahun 2020. Kenaikan tersebut pada kelas I menjadi Rp160.000 dari awalnya hanya Rp80.000 per bulan. Kemudian kelas II menjadi Rp110.000 dari sebelumnya Rp59.000 per bulan.

Okezone merangkum sejumlah fakta menarik soal kenaikan iuran BPJS Kesehatan, Sabtu (7/9/2019):

Borok BPJS Kesehatan

Direktur Utama BPJS Kesehatan yakni Fahmi Idris juga telah mengungkapkan, membaiknya tingkat penggunaan layanan atau yang disebut dengan rate utilisasi sampai banyaknya fasilitas kesehatan atau yang disebut dengan faskes menjadi penyebab defisitnya BPJS Kesehatan.

“Setiap tahun defisit ini semakin lebar, itu sangat terkait dengan akses yang semakin baik. Membuat rate utilisasi meningkat, dulu saat awal program kerja berjalan, data untuk masyarakat miskin rate utilisasi-nya sangat kecil, sekarang sudah mendekati rate rata-rata,” jelas dia seperti dikutip dari Okezone com.

Di sisi lain, dengan meningkatnya jumlah faskes yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan membuat kemudahan akses turut meningkat. Hal ini di dorong dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.

Baca Juga  BPJS Menunggak Pembayaran Ke Perusahaan Kimia Farma Sebesar Rp400 M

“Jadi akses semakin baik, faskes semakin bertambah, masyarakat semakin sadar. Kemudian juga pola epitimologi penduduk Indonesia di mana penyakit endotrophic mendominasi pola pembiayaan selama ini,” katanya seperti dikutip dari Okezone com.

Proyeksi Defisit BPJS Kesehatan

Dengan kondisi tersebut yang membuat semakin banyak pengguna BPJS Kesehatan, Akan tetapi tidak seiring dengan tingkat kepatuhan dalam membayarkan iuran atau juga premi. Membuat jarak atau gap antara premi yang diterima dengan biaya klaim yang dikeluarkan BPJS Kesehatan semakin melebar.

Keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau yang disingkat dengan BPJS Kesehatan terus defisit dari tahun ke tahun. Pada tahun 2019 defisit diperkirakan mencapai disekitar Rp32,8 triliun, melebar dari proyeksi awal yang sebesar Rp28 triliun.

Maka Diputuskan Iuran Naik

Kementerian Keuangan atau yang disingkat dengan Kemenkeu memastikan kenaikan iuran peserta BPJS Kesehatan mulai berlaku pada bulan Januari tahun 2020. Kenaikan ini hanya berlaku untuk peserta mandiri kelas I dan juga II, sedangkan untuk kelas III belum ditetapkan.

Baca Juga  [Infografik] Data Beban Berat Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan 100 Persen

Pemerintah bakal menaikkan iuran peserta kelas I menjadi Rp160.000 dari Rp80.000 per bulan. Kemudian kelas II menjadi Rp110.000 dari sebelumnya Rp59.000 per bulan.

Kenaikan Dimulai 2020

Iuran peserta BPJS Kesehatan resmi ini dinaikan. Kenaikan iuran tersebut mulai berlaku pada 2020.

“Yang kelas I dan II (peserta mandiri) itu mulai naik 1 Januari 2020, ini akan bisa kami sosialisasi untuk masyarakat,” ujar Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (2/9/2019) seperti dikutip dari Okezone com.

Sedangkan, untuk peserta mandiri kelas III masih dalam pembahasan, lantaran DPR menolak usulan tersebut. Dalam rapat gabungan Komisi IX dan juga Komisi XI DPR RI, pemerintah diminta tidak menaikkan premi untuk kelas III, yang rencananya ini menjadi Rp42.000 dari sebelumnya yaitu hanya 25.500 per bulan.

Baca Juga  Akibat Peserta Nunggak Bayar, BPJS Defisit Rp28,5 Triliun

Dampak Jika Iuran Tidak Naik

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau yang disingkat dengan BPJS Kesehatan dinilai defisit akan melebar. Hal ini jika iuran peserta tidak dinaikan.

Menurut pendapat Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau yang disingkat dengan BPJS Kesehatan Fachmi Idris, dari perhitungannya, defisit akan terus melonjak setiap tahunnya serta mencapai Rp77,9 triliun di tahun 2024.

“Kalau enggak dilakukan upaya-upaya yang bersifat policy mixed, artinya dalam tingkatkan iuran. maka setiap tahun defisit ini akan semakin lebar,” ujarnya seperti dikutip dari Okezone com.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here