Hugo Gian Trendi Virgiawan, Pahlawan Buta Aksara di Desa Tsinga

0

KabarUang.com, Jakarta – Hugo Gian Trendi Virgiawan merantau ke Desa Tsinga Kabupaten Timika, Papua untuk mendedikasikan dirinya menjadi pengajar. Hatinya tergerak untuk berantas buta aksara di Tanah Papua. Hal ini sudah ada didalam hatinya sejak dia di bangku kuliah.

Ilustrasi via Bisnis.com.

Mulai dari sekedar rasa ingin tahu, sebab banyak temannya yang datang dari Papua untuk kuliah tetapi tidak melaksanakan pendidikan dengan seirus. Dari sinilah dia merasa ingin berkontribusi terhadap pendidikan di provinsi paling timur Indonesia itu.

Setelah menyelesaikan studinya di universitas Atma JAya, Yogyakarta, dia meminta restu kepada kedua orangtuanya untuk merantau ke Tanah Cendrawasih. Bulan pertama yang dirasakan Hugo cukup berat, terlebih masyarakat Papua yang tidak mudak menerima masyarakat lainnya.

Baca Juga  Jony Ive Kini Mundur Dari Jabatannya Yakni Kepala Desainer Apple

Kendala bahasa juga dirasakan Hugo. Namun kesabaran serta keteguhan hatinya selalu menjadi senjatanya. Meski sempat mendapat penolakan dari pihak pedalaman, tapi akhirnya pendekatan personal dan kerahaman pun berhasil.

Pada Januari 2018 lalu, Yayasan Generasi Amugme Bangkit sebagai wadah mengajar. Masalah utama yang dihadapinya yakni soal bahasa. Seperti saat Hugo ingin berkomunikasi dengan siswa SD disana. Namun, dia dibantu dengan siswa lain sebagai penerjemah.

Baca Juga  Menko Darmin Katakan Investasi Kuartal II-2019 Tembus sekitar Rp200 Triliun, Sangat Tinggi

“Anak-anak di sini hanya bisa berkomunikasi dengan sesama suku. Kalau beda suku maka beda bahasa juga. Saya memotivasi anak-anak untuk menuntut ilmu sampai ke Pulai Jawa dan ke Toraja. Apabila ingin sekolah tinggi, maka harus bisa Bahasa Indonesia,”ungkap Hugo, dilansir bisnis.com.

Bagi dia, anak-anak pedalaman pegunungan Desa Tsinga masih sangat polos dan jauh berbeda dengan anak perkotaan. Maka, dia bertekad menjaga kebaikan yang melekat pada diri mereka.

Baca Juga  Pasca Pilpres MRT Jadi Tempat Pertemuannya Jokowi Dan Prabowo

Meskipun Hugo mengaku disana sulit mendapatkan akses internet karena masih menggunakan generator, dia tetap punya semangat tinggi untuk mengajar. Misinya adalah meningkatkan gairah para siswa dalam belajar sekaligus melatih kemampuan berbahasa para siswanya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here