Harga Minyak Mentah Anjlok Sampai 2% di Tengah Isu Memanasnya Perang Dagang

0
Ilustrasi Minyak Mentah via thegorbaisla com

KabarUang.com, Jakarta – Harga minyak mentah yang dinyatakan anjlok sampai lebih dari 2% pada perdagangan pada hari Selasa (24/9/2019) waktu setempat. Harga minyak mentah jatuh ke level terendah sejak serangan pada tanggal 14 September 2019 di fasilitas minyak utama Arab Saudi ditambah juga Presiden AS Donald Trump yang menyalakan kembali kekhawatiran akan konflik perdagangan AS-China.

Dalam pidato PBB, Trump menuduh China yang melakukan praktik perdagangan tidak adil, termasuk hambatan pasar “besar-besaran”, manipulasi mata uang, serta pencurian kekayaan intelektual.

“Semoga kita bisa mencapai kesepakatan yang akan bermanfaat bagi kedua negara,” kata Trump seperti dikutip dari Okezone com.

“Seperti yang sudah saya jelaskan, saya tidak akan menerima tawaran buruk,” tambahnya seperti dikutip dari Okezone com.

Baca Juga  Kartu Kredit Gampang Rusak? Begini Cara Rawatnya

Melansir dari Reuters, yakni pada hari Rabu (25/9/2019), minyak mentah berjangka Brent turun USD1,67 atau juga 2,6% menjadi USD63,10 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) berakhir pada USD57,29 per barel yang dimana telah turun USD1,35 atau juga 2,3%.

Trump “memulai lagi perang dagang AS-China,” kata John Kilduff, seorang mitra di Again Capital LLC di New York seperti dikutip dari Okezone com.

“Itu bukan nada yang konstruktif dalam mencoba menyelesaikannya, dan kami tahu betapa sensitifnya harga minyak terhadap fluktuatif,” tambahnya seperti dikutip dari Okezone com.

Pidato presiden A.S. yang meninggalkan pasar minyak dengan kesan suram bahwa itu juga bukan kesepakatan yang akan dilakukan dengan cepat, yang terus dapatkan penghambatan pertumbuhan permintaan minyak global.

Baca Juga  Harga Minyak Menaik Setelah Krisis Keuangan 2008

Saham-saham AS jatuh, dengan S&P 500 dan juga Nasdaq bersiap untuk penurunan terbesar dalam sebulan, karena ada sebuah seruan impeachment Trump memperoleh momentum, sementara data kepercayaan konsusmen yang ternyata lemah dan malah menambah kekhawatiran atas perang perdagangan Sino-A.S yang berkepanjangan.

Persediaan minyak mentah AS naik sekitar 1,4 juta barel minggu lalu, American Petroleum Institute mengatakan, dibandingkan dengan perkiraan analis tentang penarikan sekitar 200.000 barel. Pemerintah akan merilis laporan inventaris mingguan pada hari Rabu.

Beberapa analis memperkirakan bahwa ada stok minyak mentah AS tetap rendah setelah Badai Tropis Imelda mengganggu operasi energi di Gulf Coast pekan lalu.

Baca Juga  IHSG Dinyatakan Sanggup Bertahan di Zona Hijau

Mereka juga sudah memperkirakan bahwa ekspor minyak mentah AS akan meningkat dalam beberapa minggu mendatang setelah serangan terhadap fasilitas pemrosesan minyak terbesar di Arab Saudi yang mengurangi separuh output di pengekspor minyak top dunia.

Perusahaan minyak negara Saudi Aramco juga telah membeli minyak yang berasal dari negara-negara tetangga untuk memenuhi kewajiban pasokannya ke kilang asing.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here