Harga Emas Berjangka Yang Sedang Berjaya di Tengah Kabar Jatuhnya Wall Street

0
Ilustrasi Emas via harianaceh co id

KabarUang.com, Jakarta – Harga Emas berjangka yang terus menguat menuju level tertingginya. Hal ini juga dikarenakan investor mencari investasi yang aman usai dari bursa saham AS mengalami kejatuhan.

Melansir juga dari Reuters, New York, pada hari Rabu tanggal (25/9/2019), Spot gold naik menjadi sekitar USD1,527.40 per ounce. Sementara itu, emas berjangka AS naik sekitar 0,6% pada USD1.540,20.

“Ada kekhawatiran tentang impeachment. Kami melihat pasar ekuitas AS ditarik ke sana kemari dengan ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung, ” kata Suki Cooper, analis logam mulia di Standard Chartered Bank seperti dikutip dari Okezone com.

S&P 500 dan juga Nasdaq bisa ditetapkan untuk penurunan terburuk mereka dalam satu bulan pada hari Selasa setelah Perwakilan AS John Lewis, salah satu pemimpin yang paling senior, bergabung dengan anggota parlemen Demokrat lainnya dalam menyerukan proses impeachment untuk memulai melawan Presiden Donald Trump.

Baca Juga  Tarif MRT Jakarta Berlaku Normal Lagi Pada Tanggal 13 Mei 2019

“Selama perdagangan hari ini kita telah melihat kombinasi kekhawatiran di sekitar tajuk negatif, ketidakpastian politik membebani pasar saham dan pada gilirannya hasil treasury turun sedikit, dan harga emas didorong sebagai aset safe haven,” tambah Cooper seperti dikutip dari Okezone com.

Data kepercayaan konsumen AS yang tengah lemah memicu kembali kekhawatiran tentang ekonomi global, dengan turun paling banyak dalam sembilan bulan pada bulan September, karena pandangan ekonomi negara itu semakin gelap dalam menghadapi perang perdagangan AS-China

Baca Juga  Tak Hanya Dari Tiket Pesawat, KA Bandara Soetta Juga Sedang Adakan Diskon Sampai 57%

Trump juga menyampaikan teguran pedas terhadap praktik perdagangan China di Majelis Umum PBB, dengan mengatakan iya atau bahkan tidak akan menerima “kesepakatan buruk” dalam negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung.

Kekhawatiran atas ekonomi global terus meningkat akhir-akhir ini, dengan data survei yang keluar dari zona euro pada hari Senin menunjukkan bahwa ada pertumbuhan bisnis terhenti bulan ini.

“Ketakutan akan resesi tumbuh di zona euro karena kelemahan di sektor industri tampaknya meluas ke sektor jasa,” tulis analis Commerzbank dalam sebuah catatan seperti dikutip dari Okezone com.

“Oleh karena itu permintaan Emas cukup besar menjadi tempat berlindung yang aman dalam investasi, sebagaimana tercermin dalam arus masuk ETF (dana yang diperdagangkan di bursa) yang tinggi,” tambahnya seperti dikutip dari Okezone com.

Baca Juga  PT Pertamina Pastikan Telah Hentikan Impor Solar dan Avtur Untuk Tahun 2019

Di antara logam mulia lainnya, paladium melonjak sekitar 1,2% menjadi USD1,673,05 per ounce setelah menyentuh direkor USD1,675,50 per ounce.

Perak turun sekitar 0,8% menjadi USD18,49, setelah menyentuh level tertinggi sejak tanggal 6 September di USD18,74 di awal sesi, sementara platinum turun sekitar 0,4% menjadi USD952,91.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here