Co-Living, Solusi untuk Milenial Soal Hunian

0

KabarUang.com, Jakarta – Konsep Co-Living solusi yang tepat untuk milenial yang belum cukup uang untuk membeli rumah. Milenial yang berpenghasilan besar namun tidak punya tempat hunian untuk menunjang kariernya, ini adalah solusi yang tepat.

Ilustrasi via USAtoday

Konsep co-living yang dianut dari luar negeri dan sudah diterapkan di kota-kota besar itu menjadi alternatif yang tepat bagi profesional muda. Pengamat urban living Sabrina Soewatdy mengatakan bahwa menurut RisetKarir.com 83 persen milenal memiliki penghasilan rata-rata sebesar Rp 7,5 juta rupiah per bulan. Dengan penghasilan ini kebanyakan dari mereka sudah bisa memiliki rumah, namun, butuh waktu untuk membeli rumah yang baru. Biasanya kebanyakan dari mereka hanya mampu membeli rumah bekas pakai dengan harga sekitar Rp 300 juta rupiah.

Baca Juga  Simak Cara Atur Keuangan Ala Milenial Ini

Hal ini juga dipengaruhi oleh gaya hidup mewah dan pengeluaran besar para milenial yang mengurangi kemampuan mereka membeli property. “Salah satu solusi yang ditawarkan saat ini adalah dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan downpayment 15 persen. Namun untuk membayar DP ini, milenial tetap harus menabung tahunan,”ujar Sabrina yang juga co-founder Rukita, startup yang bergerak di bidang manajemen properti itu, dilansir tribunnews.com.

Baca Juga  Bingung Dengan Tujuan Hidup? Temukan Tips nya Disini

Konsep co-living ini bukanlah konsep yang baru. Hal ini karena sudah banyak tersebar di kota-kota besar di dunia. Konsep ini menyediakan hunian untuk para milenial dan profesional muda yang tidak ingin, atau tidak mampu membeli rumah sendiri.

“Tempat tinggal yang baik tidak hanya memberi kenyamanan bagi para penghuninya, namun juga membantu meningkatkan kesehatan mental para milenial,”jelasnya.

Dia menambahkan bahwa kepemilikan properti makin lama makin tidak relevan bagi sebagian besar milenial. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya penjualan apartemen serta menurunnya penjualan rumah. Bahkan dengan penurunan luas apartemen sebesar rata-rata 26 persen.

Baca Juga  Sakit Mata Karena Mantengin Gadget? Coba Jus Wortel Untuk Penyembuhannya

“Mereka juga jarang saling berkunjung ke rumah, dan lebih memilih untuk bertemu di tempat umum seperti mall dan kafe. mereka lebih mementingkan koneksi internet yang cepat,”tutup Sabrina.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here