BI Dukung UMKM Syariah Perluas Akses Pasar

0

KabarUang.com, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mendorong pelaku usaha syariah (UMKM syariah) untuk memerluas akses pasar secara digital (e-commerce). Peluang pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran ini didukung oleh tingginya penetrasi internet di Indonesia.

Ilustrasi via News.com

Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi mengatakan bahwa pihaknya mendorong perluasan akses pasar UMKM dengan melakukan program persiapan pemasaran online. Program ini meliputi pembinaan, pendampingan, capacity, building dan fasilitas UMKM sesuai dengan klasifikasi kelasnya.

“Kebijakan ekonomi dan keuangan syariah menjadi salah satu bauran kebijakan BI untuk menjaga stabilitas dan mendorong memontum pertumbuhan ekonomi nasional, yang diwujudkan dalam tiga program utama,”ungkapnya dilansir republikaonline.com.

Baca Juga  Pesan Sandiaga Uno untuk Milenial : Tingkatkan Kreativitas

Ketiga program ini diantaranya yakni pengembangan ekonomi syariah dengan mengembangan ekosistem halal value chain pada industri halal nasional. Hal ini berarti mendorong produk-produk halal seperti makanan halal, busana muslim maupun pariwisata halal dapat dipasarkan kepada konsumen luar negeri untuk mendorong ekspor serta devisa.

Selanjutnya yakni melakukan pendalaman pasar keuangan syariah melalui penerbitan instrumen Sukuk Bank Indonesia (SUKBI). Terakhir, BI akan melakukan kampanye guna mendorong halal lifestyle (yang mendukung halal value chain) daintaranya yakni dengan menyelenggarakan kegiatan FESyar dan Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF).

Baca Juga  BI Kini Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tahun 2019 Akan Tumbuh Di Kisaran 5%-5,4%

FESyar KTI akan dilaksanakan di beberapa wilayah seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali dan Nusa Tenggara. Ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para UMKM maupun pelaku industri halal atau yang menerapkan prinsip syariah untuk terus berkembang.

FESyar KTI ini terdiri dari tiga kegiatan utama, yakni shari’a fair, shari;a forum dan business matching. Tentunya ada pula tokoh/penggiat ekonomi syariah baik di tingkat lokal, regional maupun nasional. “Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat mempertemukan antara supplier dan produsen, produsen dan distributor, produsen dan konsumen, maupun inventor dan investor pada industri halal nasional dalam rangka mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia,”ungkapnya.

Baca Juga  Destry Damayanti Diharapkan Bisa Membawa BI Lebih Adaptif Dan Juga Inovatif
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here