5 Strategi Investasi Saham Utama Untuk Jangka Panjang

0
5 Strategi Investasi Saham
Ilustrasi Strategi Investasi

KabarUang.com, Jakarta – Strategi investasi saham dibutuhkan agar memperoleh hasil maksimal sesuai yang diharapkan. Sebelumnya harus dimengerti bahwa membeli tau investasi saham berarti anda memutuskan untuk memiliki hak kepemilikan atas suatu perusahaan.

Dengan kepemilikan saham ini berarti anda berhak atas deviden atau keuntungan perusahaan, pada akhir tahun periode pembukuan perusahaan. Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang menawarkan hasil investasi yang besar.

Sebagai contoh, sejak tahun 2002, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 2016, telah mengalami kenaikan sebesar 1344,55% selama 14 tahun menjadi 5713,4 dari 424,9 jika dirata-ratakan per tahunnya bisa mencapai 89%.

Dari data-data tersebut, menjadi wajar bila seseorang akhirnya memutuskan untuk berinvestasi dalam jangka panjang dengan menggunakan instrumen investasi saham.

Tapi seringkali investor pemula atau yang masih minim pengalaman dalam investasi saham tidak mengetahui strategi yang sebaiknya digunakan dalam investasi saham.

Berikut adalah 5 cara dan strategi investasi saham yang bisa digunakan untuk berinvestasi dalam jangka panjang.

1. Value Investing

Cara pertama yaitu Value InvestingStrategi investasi saham atau cara Value Investing sendiri merupakan metode investasi dimana pembelian saham dilakukan berdasarkan perhitungan nilai wajar (intrinsik) sebuah saham dibandingkan dengan harga saham yang sedang diperdagangkan di pasar.

Baca Juga  Ingin Usaha Dengan Modal Sendiri? Coba Gunakan Strategi Ini

Pengambilan keputusan pembelian dengan metode ini adalah jika harga saham jauh lebih rendah dibandingkan nilai intrinsiknya. Metode ini dapat diibaratkan kita membeli pakaian musim dingin yang sedang diobral pada saat musim panas hingga memperoleh harga terbaik (murah).

Value investor merupakan orang yang melakukan value investing. Salah Satu contohnya adalah Warren Buffet. Warren Buffet memrupakan seorang value investor yang selalu mencari saham murah. Kunci keberhasilan strategi investasi sahamnya terletak pada kesabarannya dalam mencari saham perusahaan bagus dan menunggu waktu yang tepat untuk membelinya.

Dari sudut pandang Warren Buffet, walau kita harus berusaha membeli saham dengan harga yang bagus (undervalued), yang lebih penting adalah memperoleh perusahaan yang luar biasa.

2. Growth Investing

Strategi investasi saham kedua ini dinamakan Growth InvestingGrowth Investing adalah salah satu strategi investasi pada saham dengan pertumbuhan laba yang sangat cepat.

Growth investor adalah pelaku investasi atau investor yang melakukan pembelian saham-saham dengan prospek pertumbuhan laba yang cepat dan bagus. Jika sebuah perusahaan dinilai dapat secara konsisten bahkan eksponensial mencatat pertumbuhan laba, maka Growth Investor akan memutuskan membeli saham perusahaan tersebut.

Baca Juga  Dikabarkan Harga Minyak Di Asia Kini Naik Tipis Setelah Sempat Dinyatakan Anjlok

3. G.A.R.P. Investing

Strategi investasi saham yang ketiga adalah G.A.R.P. Investing atau kepanjangannya adalah Growth At Reasonable Price Investing. Strategi ini merupakan gabungan dari strategi value investing dan growth investing.

Metode ini pertama kali dikenalkan oleh seorang manajer investasi terkenal bernama Peter Lynch. Peter Lynch mencari saham yang memiliki pertumbuhan yang cepat, tapi dengan harga pembelian yang murah. Cara pencarian sahamnya adalah dengan menentukan dahulu rasio Price Earnings Growth atau PEG-nya.

Misalnya, sebuah saham memiliki rasio PER sebesar 5x, dan pertumbuhan laba bersihnya selama 5 tahun terakhir adalah 10%, maka perhitungan rasio PEG-nya adalah 5 : 10 = 0,5x. semakin kecil rasio PEG adalah semakin bagus, karena saham tersebut memiliki PER relatif rendah dibandingkan pertumbuhan laba bersihnya.

4. Income Investing

Strategi investasi saham yang keempat adalah Income Investing. Secara sederhana biasanya dalam strategi income investing mengharapkan hasilk keuntungan yang lebih bersifat keuntungan cashflow daripada keuntungan capital gain.

Metode investasi saham yang ini baik digunakan oleh investor yang membutuhkan uang secara berkala, misalnya kalangan pensiunan yang hidup dari uang pembagian dividen.

Baca Juga  Yuan Kini Sudah Sentuh Level Terendah Sejak Krisis Ekonominya Tahun 2008

5. Random Walk Investing

Strategi investasi saham berikutnya adalah Random Walk Investing. Random walk investing merupakan sebuah teori keuangan yang menyatakan harga pasar saham akan berevolusi secara acak dan tidak dapat diperkirakan/diprediksi. Strategi investasi saham ini didasarkan pada asumsi bahwa pergerakan saham di pasar modal selalu efisien.

Dalam strategi investasi saham ini, investor menganggap bahwa harga saham bergerak bila ada informasi baru tentang perubahan fundamental sebuah perusahaan. Karena informasi datang secara acak, maka harga saham pun juga akan bergerak secara acak, karena itu adalah sia-sia untuk meramal atau memprediksi pergerakan harga saham.

Jika ada saham yang harganya terlalu murah (underpriced), maka investor akan segera memborong saham tersebut sehingga harganya naik, sementara jika ada saham yang harganya terlalu mahal (overpriced), maka investor akan segera menjual saham tersebut sehingga harganya akan turun (terkoreksi).

Hal tersebut diasumsikan bahwa para investor di pasar modal cukup rasional dan informasi tersebar dengan cepat, sehingga investor sebaiknya memilih saham menurut besar, kecilnya risiko yang berani ditanggungnya.

Demikian 5 strategi investasi saham pilihan yang dapat anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk melakukan investasi atau pembelian saham.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here