3 Investasi Jangka Pendek, Pilihan Terbaik Anda

0

KabarUang.com, Jakarta – Investasi jangka pendek menjadi pilihan investasi dengan waktu atau periode yang tidak lama. Investasi ini tujuan utamanya adalah ‘memutar uang’ dengan imbal hasil yang menguntungkan dalam jangka waktu atau periode pendek.

Biasanya investasi ini digunakan untuk hasil cepat atau bukan untuk tujuan jangka panjang (efek compounding). Bagi generasi millenials yang serba instan, ini adalah pilihan terbaik instrumen investasi yang cukup menantang.

Investasi jangka pendek, pilihan terbaik investasi periode/masa imbal hasil cepat
Ilustrasi via Medcom

Berikut beberapa pilihan bagi anda yang ingin investasi jangka pendek:

1. Investasi Deposito

Pilihan pertama bagi anda yang ingin investasi jangka pendek adalah deposito. Banyak yang menganggap bahwa tabungan dengan depostito lala. Deposito ini biasanya dipertimbangkan untuk jenis investasi periode pendek ini karena memiliki bunga yang lebih besar dibandingkan dengan tabungan biasa.

Dilihat dari pengertiannya, deposito ini adalah produk simpanan di bank yang penyertoran maupun penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu. Namun, jika anda mengambil dana yang disimpan sebelum waktunya, anda akan terkena denda pinalti.

Keuntungan memilih deposito untuk investasi yakni semakin lama anda menyimpan dana anda maka akan semakin besar. Selain itu, deposito memiliki beberapa ciri yang harus anda ketahui. Hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko ketika anda ingin investasi jangka pendek dengan deposito.

Baca Juga  Revisi 77 UU soal Investasi Akan Selesai Dalam Satu Bulan Kata Menko Darmin

Pertama, yakni soal minimal setoran deposito, ketika anda membuka rekening di Bank, maka akan ada setoran minimal yang harus dibayar pertama kali. Sama hal nya dengan deposito, namun setoran awal deposito biasanya lebih besar dibandingkan dengan tabungan biasa.

Setiap Bank biasanya memiliki kebijakannya masing-masing perihal deposito ini. Namun, biasanya dana awal yang harus anda bayar untuk investasi jangka pendek sebesar Rp 5 juta.

Kedua, jangka waktu simpanan desposito. Biasanya depsito ini memiliki jangka waktu yang cukup pendek. Untuk itu, depsosito cocok digunakan untuk investasi dengan masa imbal hasil yang singkat.

Biasanya nasabah akan diberi pilihan waktu mulai dari 1,3,6,12 atau 24 bulan. Anda boleh memilih waktu 1 bulan jika anda merasa kesulitan menabung.

Ketiga, soal pencairan dana. Ingatlah bahwa pencairan deposito tidak bisa dilakukan seenaknya. Jika anda memilih jangka waktu 1 bulan maka anda bisa mencairkan dana setelah satu bulan dan seterusnya. Jika tidak, anda akan dikenakan sejumlah dana pinalti.

Terakhir, soal bunga deposito. Seperti yang sudah dikatakan diatas, bunga deposito relatif lebih besar dibanding dengan tabungan. Hal ini sangat masuk akal karena adanya limitasi jangka yang diberikan.

Karena inilah deposito merupakan produk investasi bagi anda yang ingin investasi jangka pendek. Biasanya suku bunga sudah ditetapkan karena harus sesuai dengan kebijakan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Baca Juga  Warren Buffet Bagi Tips Bagi Anak Muda Untuk Kelola Uangnya Lebih Baik 50% Dari Sekarang

2. Investasi Saham

Selanjutnya investasi jangka pendek bisa dilakukan dengan saham. Saham dipilih karena keuntungan yang dihasilkan cukup besar, meskipun saham memiliki resiko yang juga cukup besar. Namun, jika anda bisa mengelola saham dengan baik, anda bisa mendapatkan keuntungan yang besar.

Perlu diketahui bahwa dalam dunia saham, ada dua jenis investor yang perlu anda ketahui. Pertama yakni investor atau trader. Biasanya trader ini bersifat pragmatis, cenderung keluar masuk saham dalam jangka pendek. Selanjunya yakni investor jangka panjang, mereka cenderung memilih saham yang punya fundamental yang baik.

Bagi anda yang ingin menjadi calon investor dalam dunia saham, setidaknya ada bebera tips dari seorang Le Kheng Hong, yang sudah berkecimbung selama 29 tahun di dunia saham. Pertama, memperhatikan manajemen pengelolaan perusahaan.

Pastikan bahwa perusahaan dikelola oleh orang yang jujur, profesional dan berintegritas. Kedua, pertimbangkan masa depan bisnis perusahaan. Ketiga, cari perusahaan yang labanya besar melalui profit margin dan return on equiy (ROE). Selanutnya, memilih perusahaan dengan pertumbuhan jangka panjang.

Terakhir yakni mencermati valuasi price earning ratio (PER) atau price to book value (PBV) dengan perusahaan sejenis.

3. Investasi Peer to Peer Lending

Selanjutnya yakni Peer to peer lending. Cara ini bisa dikatakan lebih mudah untuk investasi jangka pendek dibanding dengan dua instrumen investasi sebelumnya.

Baca Juga  Investor Tumpuk Emas, Jadikan Logam Mulia Naik Level Tertinggi Investor

Peer to peer lending memberikan anda kesempatan untuk berinvestasi pada kebutuhan peminjam, maupun kepada peminjam manapun yang anda pilih.

Ada banyak beragam platform yang kini tersedia di Indonesia. Biasanya nominal investasi dan keuntungan yang ditawarkan berbeda-beda. Tergantung dari platform mana yang dipilih. Mulai dari Rp 1.000.000, ada yang Rp 5.000.000, bahkan ada yang hanya Rp 100.000.

Salah satu platform yang bisa anda coba untuk investasi jangka pendek yakni KoinWorks. Pasalnya plaform ini menawarkan untuk berinvestasi jangka pendek hanya dengan modal Rp 100.000. Potensi keuntungan yang ditawarkan cukup besar, yakni 19% per tahun.

Itulah beberapa investasi jangka pendek yang bisa anda pilih. Pastikan pilih yang sesuai dengan kemampuan anda serta kebutuhan anda. Pastikan bahwa jenis investasi yang anda pilih untuk melakukan investasi jangka pendek sesuai dengan tujuan rencana keuangan anda.

Dengan begitu, anda bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal dari investasi jangka pendek yang anda pilih.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here