3 Dasar Investasi untuk Pemula

0

KabarUang.com, Jakarta – Dibandingkan dengan membuka tabungan di Bank, Investasi menawarkan bunga yang lebih tinggi. Inilah alasan mengapa lebih banyak masyarakat yang memilih investasi. Namun, bagi orang awan, investasi adalah hal yang menakutkan. Untuk itu, anda harus paham soal dasar-dasar investasi.

Ilustrasi via Liputan6

Hal dasar investasi untuk pemula yang harus anda ketahui adalah tujuan investasi. Tujuan investasi ini bukan hanya sekedar mengumpulkan keuangan atau melipatgandakan penghasilan. Namun, lebih kepada menyiapkan masa depan. Inilah alasan mengapa anda perlu menentukan tujuan terlebih dahulu. Tujuan anda ini yang akan menentukan jenis serta jangka investasi yang akan anda pilih. Sekaligus menentukan alokasi dana yang harus anda sediakan untuk investasi. Tujuan ini juga harus dibuat spesifik agar anda tahu berapa banyak yang harus anda persiapkan.

Contohnya yakni anda berinvestasi untuk membiayai kuliah anda. Namun, saat ini anak anda masih duduk di bangku SMP. Nah, artinya anda masih memiliki sekitar enam tahun lagi untuk mempersiapkan biaya kuliahnya. Dar sini anda bisa melakukan riset. Misalnya riset soal universitas dan jurusan apa yang akan dipilih anak anda, serta cari tahu soal biayanya. Selain itu juga, perkirakan pula soal biaya kenaikan yang mungkin terjadi ketika enam tahun lagi anak anda masuk kuliah. Setelah membulatkan tujuan, anda bisa mulai mencari beberapa pilihan instrumen investasi yang cocok untuk tujuan anda.

Baca Juga  Saat Startup Lokal Kini Bertukar Ilmu Dengan Perusahaan Rintisan Jerman

Setidaknya inilah beberapa dasar investasi yang perlu anda ketahui :

Sistem Diversifikasi

Hal pertama yang perlu anda ketahui tentang dasar investasi untuk pemula yakni tentang sistem diversifikasi. Pastinya anda sudah mendengar kalimat “don’t put all your eggs in one basket”. Maksudnya, anda dianjurkan untuk melakukan untuk berinvestasi di berbagai tempat. Hal ini harus anda lakukan untuk mengurangi resiko. Tujuan dari diversifikasi sendiri adalah untuk ‘menambal’ resiko sekaligus meningkatkan pendapatan anda. Jadi, ketimbang harus menaruh seluruh modal anda untuk satu jenis investasi , lebih baik anda bagi modal anda untuk beberapa jenis investasi yang berbeda atau satu perusahaan yang berbeda.

Contohnya begini, anda memutuskan untuk berinvestasi saham. Jangan menaruh modal hanya pada satu perusahaan. Sebarlah saham anda ke beberapa perusahaan sekaligus. Jika salah satu bangkrut, maka anda masih memiliki beberapa saham yang anda miliki. Kerugian yang anda alami pun tidak akan terlalu besar karena modal anda bukan hanya ada di satu saham saja.

Baca Juga  Kemlu Indonesia Dukung Investasi Kerjasama Indonesia Afrika Untuk Pertumbuhan Signifikan

Perhatikan tingkat inflasi

Selanjutnya dasar investasi untuk pemula adalah memperhatikan inflasi. Dalam dunia investasi, inflasi adalah hal yang wajib dipertimbangkan. Hal ini karena inflasi berhubungan dengan nilai waktu dan uang. Jumlah dari uang yang anda miliki saat ini akan berubah nilainya pada masa yang akan datang. Saat ini mungkin anda bisa membeli 2 botol minuman dengan harga Rp. 10.000 namun belum tentu harga minuman tersebut akan sama dalam enam tahun lagi.

Namun, investasi hadir dan membantu anda. Menabung di bank memang merupakan langkah yang mudah karena uang anda akan tersimpan secara aman. Anda juga akan mendpatkan keuntungan bunga sesuai dengan tabungan anda di bank. Namun, bagaimana jika tingkat kenaika inflasi ini lebih tinggi dibanding suku bunga bank ? Anda tidak akan untung, yang ada anda akan mengalami kerugian. Jadi, dalam berinvestasi, intinya adalah bukan mendapatkan pengembalian yang tinggi, tetapi juga harus melebihi inflasi tahunan suatu negara.

Kenali profil risiko

Selanjutnya hal dasar dari investasi untuk pemula yakni mengenali profil risiko. Seperti yang kita ketahui bahwa setiap instrumen investasi memiliki risiko. Semakin tinggi risikonya maka semakin besar pengembalian dana yang akan anda dapatkan. Untuk itu, anda perlu menyesuaikan profil risiko anda dengan risiko yang dimiliki oleh instrumen investasi.

Baca Juga  Rupiah Tertekan ke Level Rp14.410/USD Akibat Isu Perang Dagang

Biasanya profil risiko seseorang menggambarkan tingkat toleransinya terhadap risiko atau sejauh mana ia akan menanggung risiko. Profil risiko ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor usia, lingkungan dan pemahaman tentang investasi. Setidaknya ada profil risiko yang harus anda ketahui :

  1. Konservastif yakni cenderung memilih instrumen investasi yang sangat aman dengan hasil yang sudah diketahui sebelumnya, contohnya deposito.
  2. Moderat yakni cenderung mengambil resiko yang lebih besar tetapi tetap berhati-hati dalam memilih instrumen investasi. Biasanya ia juga akan membatasi jumlah investasi pada instrumen risiko.
  3. Agresif yakni cenderung mengambil risiko yang lebih besar sehingga berani menempatkan sebagian besar dananya pada instrumen berisiko.

Itulah beberapa hal dasar investasi untuk pemula yang perlu anda ketahui.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here