3 Cara Memulai Investasi Saham

0
Tutorial cara memulai investasi saham, panduan lengkap.
ilustrasi via portalinvestasi com

KabarUang.com, Jakarta – 3 Cara memulai investasi saham berikut dapat menjadi pertimbangan investasi khususnya bagi investor pemula. Investasi sangat erat kaitannya dengan aktivitas penarikan sumber-sumber dana yang digunakan untuk pengadaan barang modal saat sekarang.

Dengan barang modal tersebut diharapkan akan menghasilkan aliran produk baru di masa depan.

Modal investasi adalah modal yang memberikan jasa untuk proses produksi dalam jangka waktu lama dan terdiri atas alat-alat produksi yang tahan dalam jangka waktu yang lama. Contohnya tanah, gedung, mesin, dan sebagainya.

Di berbagai negara maju, Amerika Serikat contohnya, masyarakatnya sudah terbiasa meletakkan uangnya di bursa saham, baik sebagai trader saham atau investor saham.

Sedangkan di Indonesia penduduk yang mengerti metode, cara-cara, teknik, strategi serta investasi saham sebagai instrumen investasi masih tergolong minim, dari 250 juta penduduk Indonesia, hanya sekitar 600 ribu saja yang telah menginvestasikan uangnya di bursa saham.

Hal pertama dari beberapa cara memulai investasi saham yang perlu diperhatikan investor sebelum memulai melangkah untuk berinvestasi pada saham adalah mengenali dirinya sendiri. Setelah mengetahui ada 3 tipe orang yang mentransaksikan saham, maka Anda sebagai investor pun dapat memilih ingin menjadi pemain saham tipe yang mana.

Baca Juga  Dinamika Perdagangan Global, Berdampak Langsung Kepada Aliran Investasi

Setelah Anda cukup baik mengenali diri Anda, maka inilah cara memulai investasi saham selanjutnya yang dapat Anda lakukan sebagai real investor.

1. Mulai Dari Mengenali Keuntungan Investasi Saham

Dalam berinvestasi saham, ada dua jenis keuntungan yang bisa didapatkan oleh investor, yaitu Capital Gain, dan pembagian Dividen.

Capital Gain sendiri adalah keuntungan yang diperoleh dari selisih harga pembelian dan penjualan saham, dimana gejolak harga saham itu sendiri berasal dari permintaan dan penawaran yang berlaku di pasar. Capital Gain ini dapat Anda peroleh dari trading maupun investasi jangka panjang.

Sebagai contoh, bila tahun lalu Anda membeli saham PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) sebanyak 100 lot di harga Rp500, berarti Anda membeli saham dengan modal sebanyak Rp5 juta. Saat ini, harga saham SMBR sudah mencapai Rp3.090 per lembarnya, sehingga nilai modal Anda menjadi Rp30,9 juta.

Bila dihitung Capital Gain yang Anda dapatkan pun, adalah sebesar Rp25,9 juta (Rp30,9 juta – Rp5 juta), cukup banyak bukan? Bayangkan bila Anda membeli 1.000 lot saham SMBR, berapa keuntungan yang akan Anda dapatkan?

Baca Juga  IHSG Semakin Dinyatakan Menguat ke Angka 6.265 Pada Jeda Makan Siang

2. Mulai Mematangkan Pengetahuan Sebelum Berinvestasi

Salah satu syarat mutlak sebelum memilih dan membeli sebuah instrumen investasi adalah mempelajari serinci-rincinya, termasuk saham. Anda membeli saham, artinya Anda membeli sebagian kecil dari kepemilikan sebuah perusahaan.

Anda bisa memilih cara-cara, metode maupun jenis saham dari ratusan perusahaan yang terdaftar sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia.

Bursa Efek Indonesia (BEI) berfungsi sebagai pasar saham. BEI merupakan pasar modal, sehingga fungsinya adalah mempertemukan pihak yang membutuhkan modal atau juga disebut emiten, dengan pihak yang dapat memberikan modal atau investor.

Semua perusahaan publik, awalnya menjual saham ke publik melalui proses penawaran umum perdana (initial public offering atau IPO). IPO sendiri menjadi salah satu cara yang ditempuh oleh suatu perusahaan untuk mendapatkan modal, ketika sebuah perusahaan membutuhkan uang.

3. Mulai Menyiapkan Modal Berinvestasi

Berapa modal yang saya butuhkan untuk memulai investasi saham? Saat ini banyak broker yang membuka batas minimal setoran modal awal yang sangat kecil hingga Rp100.000.

Baca Juga  Defisit APBN Tahun 2019 Kian Melebar, Tembus Dikisaran Rp183,7 Triliun pada Bulan Juli

Sekuritas-sekuritas tersebut berlomba-lomba untuk menjaring nasabah, walaupun beberapa sekuritas masih ada yang mematok batas modal awal sebesar Rp5 juta hingga Rp10 juta.

Meskipun begitu, Anda tidak perlu terpatok pada batas minimal yang ditetapkan oleh sekuritas. Anda harus tentukan sendiri berapa dana yang Anda perlukan untuk investasi saham. Ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan:

  • Modal investasi harus diambil dari uang dingin, yaitu dana menganggur yang tidak dipakai sebagai dana kebutuhan sehari-hari atau dana darurat.
  • Saham yang akan Anda beli.

Harga saham pun bervariasi, ada yang harganya sebesar Rp100 per lembar, namun ada juga yang setinggi Rp70.000 per lembar. Karena Anda perlu membeli saham minimal 1 lot, yang artinya 100 lembar, Anda perlu mengalikan harga saham dengan jumlah lot yang Anda beli.

Itulah 3 cara memulai investasi saham agar anda dapat meminimalisasi kerugian dan menjadikan investasi anda berhasil melampaui apa yang anda harapkan.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here