Sistem IT BPJS Dapat Bantuan Dari Perusahaan Asuransi Asal China

0
ilustrasi via businesstimes com org
ilustrasi via businesstimes com org

KabarUang.com , Jakarta – Dikabarkan perusahaan asuransi Ping An asal China siap membantu sistem teknologi informasi (IT) BPJS Kesehatan. Hal tersebut dikarenakan sistem IT dinilai krusial untuk meminimalisir kebocoran keuangan BPJS.

Dikatakan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan, penawaran bantuan itu disampaikan Ping An saat dirinya berkunjung ke China pada Juli 2019. Namun, dia tegaskan belum ada kerja sama apapun antara Ping An dan BPJS Kesehatan.

“Dari perbincangan tersebut terungkap perusahaan asuransi berbasis daring ini menggunakan teknologi kecerdasan buatan dan telah sukses membantu efiensi bisnis mereka,” kata Luhut, pada Minggu (25/8).

Baca Juga  IHSG Sesi I Kini Tergelincir ke Angka 5.871

Menurutnya, Ping An sukses memelopori sistem manajemen kesehatan berbasis teknologi di lebih dari 280 kota di China. Layanan ini dimanfaatkan oleh sekitar 400 juta warga China. “Pada pembicaraan tersebut pihak Ping An menyampaikan beberapa saran yang bisa dilakukan oleh BPJS untuk mengatasi defisitnya yang diperkirakan mencapai Rp 28,4 triliun” imbuhnya.

Ping An Good Doctor, portal kesehatan miliknya memiliki pengguna aktif 30 juta per bulan. Ping An Healthcare and Technology, aplikasi seluler untuk pemesanan berobat ke rumah sakit digunakan oleh 800 juta pelanggan di 70% kota di China.

Baca Juga  Sebanyak 49.942 Rumah Sumatera Barat Belum Teraliri Listrik

Ping An Insurance juga dikenal sebagai salah satu pelopor penerapan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam industri asuransi. Ping An sudah mengembangkan AI untuk influenza, diabetes hingga penyakit lainnya. Ping An juga memiliki sistem IT facial recognition technology sampai voice print recognition technology.

Dikatakan CEO Ping An Technology Ericson Chan, perusahaan juga telah mengembangkan sistem AI yang dapat memprediksi kemungkinan seorang pasien menderita penyakit kronis tertentu, bahkan sebelum gejala fisik muncul atau mengidentifikasi penyakit menular dengan akurasi tinggi.

Baca Juga  Larang Perekrutan Honorer, Pemerintah Ambil Jalan Rekrutmen Lewat Outsourching

Menko Luhut mengaku menyarankan Ping An untuk bertemu langsung dengan BPJS Kesehatan untuk berdiskusi soal apa-apa yang bisa dilakukan demi mengatasi defisit keuangan. Pimpinan Ping An disebutnya sudah bertemu dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris.

Pada pertemuan keduanya disimpulkan bahwa ada masalah pada tingkat kepatuhan warga Indonesia dalam membayar iuran BPJS di samping ketimpangan dalam pembayaran iuran.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here