Perluas Pasar Ekspor denga Grand Design Hortikultura

0
Ilustrasi Dirjen Holtikultura, Prihasto Setyanto via wahanaindonesia com

KabarUang.com, Jakarta – Kementrian Pertanian (Kementan) melalui berbagai unit kerjanya berencana untuk terus meningkatkan nilai ekspor. Salah satu upaya yang akan ditempuh yakni dengan program ‘Grand Design Hortikultura’.

“Program ini mengoptimalkan potensi hortikultura yang salah satunya melalui pengembangan kawasan. Maka itu, pengembangan hortikultura harus ditata sedemikian rupa agar mampu menjawab tantangan dan peluang pasar ekspor dunia,”ujar Direktur Jenderal Hortikultira, Prihasto Setyanto, pada Jumat (16/8) dilansir republika.com.

Beliau mengataan bahwa grand design ini punya jangka panjang. Jangka panjangnya yaitu meningkatkan pendapatan petani secara luas. Maksudnya program ini juga memantau arah pembangunan hortikultura agar berjalan sesuai dengan rencana dan target yang sudah dibuat.

Baca Juga  Menhub Minta Pilot Garuda Tak Mogok Lagi

Prihasto mengungkapkan bahwa luasan rata-rata kepemilikan lahan pertanian Indonesia itu masih sangat minim yakni hanya 0,3 hektare saja per kapita. Skala ini tidak akan mencapai skala ekonomi karena jau dari rata-rata skala yang diharapkan.

“Namun jika setiap 0,3 hetare lahan ini dihimpun dan digabungkan kedalam satu kelompok masyarakat atau model korporasi, maka hasilnya akan menjadi luas dan berdampak pada ekonomi yang signifikan,”tambahnya.

Masalah metode yang diterapkan yakni menetapkan kesesuaian lahan masing-masing komoditas pertanian. Nantinya Kementan secara langsung akan menggandeng sejumlah perguruan tinggi dan Badan Litbang Pertanian.

“Selanjutnya kami kaji secara internal untuk pengembangan besar-besaran. Jika lahannya cocok, kamu beri benih dan bibit unggul di sana. Benih unggul ini jadi cikal bakal pengembangan awasan komoditas berorienasi ekspor,”ungkapnya.

Baca Juga  Giliran Petani Wonosobo yang Dapat Bantuan Alsintan

Meski begitu, Prihasto mengatakan program ini memerlukan sinergitas antar Direktorat lingkup Ditjen Hortikultira. Hal ini dalam pengembangan kawasan berbaris buah. Jadi, nantinya Direktorat Buah yang akan menentukan kabupaten mana yang lahan dan agroklimatnya sesuai untuk diterapkan program ini.

Disisi lain, peranan Direkora Perbenihan juga berpengaruh untuk memfokuskan diri pada penyediaan benih unggul dan bermutu. Sedangkan Direktorat Perlindungan mendukung dari aspek pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman-red), lalu Direktorat pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura berperan untuk terus memperluas pemasaran serta ekspornya.

Baca Juga  PLN Dapat Suntikan Dana U$ 1 Miliar dari 8 Bank Asing

“Dengan sinergitas ini, pasar buah nantinya akan terus berkembang dan mengundang para pelaku usaha agar berdatangan. Pendekatan petani ke pelaku usaha dapat dilihat melalui pendampingan yang dilakukan dengan baik, melalui GAP, kemudian sebaran dan sosialisasi. Ini merupakan tugas pemerintah daerah juga dalam melakukan persuasi dengan para petani,”ungkapnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here