Menhub Rencanakan Ojol Dapat Asuransi

0

KabarUang.com, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi menghadiri acara “Nyate Bareng Menhub” bersama 500 orang pengemudi ojek online. Acara ini digelar bersama kedua startup yakni Grab dan Gojek.

Ilustrasi via Kompas.com

Acara ini digelar di Parkiran Selatan Plaza GBK, Senayan Jakarta pada Idul Adha 1440 H, Minggu (11/8). Pada acara ini Menhub membahas soal pelindungan untuk pengemudi. Budi ingin para pengemudi ojek online itu diberikan fasilitas asuransi. Seperti yang sudah di aplikasikan oleh taksi online.

“Kemarin saya dengar sudah ada suransi untuk yang roda empat, Jasa Raharja. Kemudian kita ingin untuk roda dua juga nanti akan diberikan asuransi. Setelah kebutuhan yang dasar ini terpenuhi, setelahnya baru kita akan kembangkan dengan hal-hal lain,”ungkap Budi, dilansir tribunnews.com.

Baca Juga  Awal Tahun 2020, Ojek Online Berhasil Beroperasi di Malaysia

Selain itu juga, Budi mengatakan akan mengusahakan kepastian untuk para pengemudi soal tarif yang tidak merugikan, baik untuk pengemudi, aplikator dan pengguna.

“Pertama, kita usahakan bagaimana kepastian pendapatan itu terjadi. Sehingga kita lakukan penyesuaian tarif di beberapa kota. Ini akan bertahap kita lakukan. Kemarin sudah dilakukan di kota-kota besar. Kedepannya nanti akan kita lakukan semuanya di 25 kota,”paparnya.

Budi meyakini bahwa dengana danya kepastian untuk para pengemudi ojek online, mereka bisa mendapatkan hidup yang lebih baik.

Baca Juga  Strategi 'Going the Distance' sebagai Langkah Jangka Panjang Gojek

“Kalau ada suatu kepastian yang mereka dapatkan, mereka (pengemudi) bisa merencanakan kehidupan dengan lebih baik,”tambahnya.

Perihal soal kemungkinan adanya pemain baru yang hadir di Indonesia sebagai aplikatornya, Menhub mengatakan membuka kesempatan bagi semua pihak. Asalkan bisa mengikuti aturan dan memperhatikan aspek keselamatan.

Menhub juga meminta kepada pihak aplikator serta pengemudi untuk selalu kompak serta bisa mengatasi segala perbedaan dengan cara berdiskusi. Bukan demo apalagi hingga tawuran.

Baca Juga  Grab Tahun 2020 Siap Ekspansi ke Pasar Asuransi dan Keuangan di Indonesia

“Disini ada aplikator, pengemudi. Harus kompak dan saling melengkapi. Karena ojek online ini menggerakan ekonomi, memberikan penghidupan dan memudahkan masyarakat. Jadi saya mengharapkan manajemen Grab dan Gojek koorperatif. Pengemudinya juga harus komitmen untuk jangan demo. Kita diskusi jika ada perbedaan,”jelasnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here